Dalam pemaparannya, Saparudin menyebut realisasi pendapatan daerah 2025 mencapai lebih dari 93 persen dari target yang hampir menyentuh Rp993 miliar. Sementara realisasi belanja daerah tercatat sebesar 87,62 persen.
“Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang atas dukungan dalam menjaga suasana kondusif,” kata Saparudin.
Ia menjelaskan, capaian pembangunan terlihat di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur. Di sektor kesehatan, Pemkot Pangkalpinang mencatat Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,86 persen.
Selain itu, peningkatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui pembangunan fasilitas di RSUD Depati Hamzah, termasuk ruang rawat inap dan laboratorium.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah terus melakukan pembangunan jalan, jaringan air bersih, serta penanganan rumah tidak layak huni.
Meski demikian, Saparudin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya penurunan nilai investasi dan rendahnya kepesertaan jaminan ketenagakerjaan.
“Hal ini menjadi perhatian karena peningkatan investasi diharapkan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Pemkot Pangkalpinang, lanjut dia, juga terus mendorong berbagai inovasi, seperti pelatihan kerja, festival ekonomi kreatif, serta pengelolaan sampah berbasis kolaborasi.
Dalam kesempatan itu, Pemkot Pangkalpinang juga mencatat sejumlah prestasi, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Saparudin menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan guna memajukan Kota Pangkalpinang,” tegasnya. (LN/007)






