LOPANNEWS, BANGKA – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat bersama elemen mahasiswa Bangka Belitung menggelar aksi unjuk rasa di pintu masuk PT GML, kawasan Portal Kayu Besi, Senin (9/2/2026). Aksi tersebut menyebabkan aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit itu sempat terhenti.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai memadati area portal sejak pagi hari. Aksi digelar sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap PT GML yang dinilai belum merealisasikan kewajiban pembangunan kebun plasma sebesar 20 persen sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Dalam aksi tersebut, peserta membentangkan sejumlah spanduk dan baliho tuntutan. Salah satunya bertuliskan “Jangan Bodohi Kami!”. Massa menyampaikan empat tuntutan utama kepada manajemen perusahaan.
Pertama, mendesak PT GML segera menyerahkan kebun plasma kepada masyarakat tanpa penundaan. Kedua, menolak penerbitan Nomor Objek Pajak (NOP) dan Crop Utilization Permit (CUP) PT GML. Ketiga, menolak perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT GML apabila kewajiban kebun plasma belum direalisasikan. Keempat, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik “main mata” antara direksi PT GML dan oknum aparat desa.
Koordinator lapangan aksi dari unsur mahasiswa mengatakan, kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan terhadap tuntutan masyarakat yang selama ini belum memperoleh kepastian.
“Kami mendengar langsung keluhan warga. Ada dugaan gratifikasi terhadap enam kepala desa di sekitar wilayah operasional perusahaan. Ini masih praduga tak bersalah, namun indikasinya kuat. Masyarakat sudah lelah dengan janji yang terus diulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari proses mediasi yang sebelumnya telah dilakukan, namun dinilai belum memberikan hasil yang konkret. Menurutnya, PT GML sebagai perusahaan asing wajib mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia serta menghormati hak masyarakat lokal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya menunggu klarifikasi mengenai hal tersebut kepada pihak terkait, massa juga masih bertahan di depan portal masuk PT GML sambil menunggu penjelasan dari pihak manajemen perusahaan. Aparat kepolisian terlihat bersiaga untuk memastikan jalannya aksi tetap berlangsung aman dan kondusif. (LN/TM/007)






