Audiensi yang berlangsung di ruang Ketua DPRD Babel itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Didit Srigusjaya bersama Wakil Ketua DPRD Edi Nasapta.
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan, pihaknya sebelumnya menerima surat dari Forum Ulama Bangka Belitung yang meminta dijadwalkan audiensi.
“Sekitar tiga hari yang lalu kami menerima surat dari Forum Ulama Bangka Belitung yang terdiri dari habaib, ulama, ustaz dan ustazah. Mereka ingin menyampaikan aspirasi kepada DPRD,” kata Didit.
Dalam pertemuan tersebut, para ulama menyampaikan aspirasi agar DPRD Babel meneruskan suara masyarakat ke pemerintah pusat, terutama terkait penolakan terhadap rencana pengiriman pasukan TNI ke Palestina.
“Intinya mereka meminta DPRD menyampaikan aspirasi para ulama dan masyarakat Bangka Belitung terkait permasalahan BOP, termasuk penolakan pengiriman pasukan TNI ke Palestina,” ujarnya.
Didit menegaskan, persoalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. DPRD Babel, kata dia, hanya menyalurkan aspirasi masyarakat ke tingkat nasional.
“Karena ini kebijakan pemerintah pusat, maka tugas kami meneruskan aspirasi tersebut ke DPR RI dan pemerintah pusat,” tegasnya.
Selain itu, Didit juga menyinggung informasi terkait antrean BBM di sejumlah SPBU di Bangka Belitung. Ia memastikan stok BBM masih dalam kondisi aman.
“Saya sudah menghubungi GM Pertamina Babel. Stok BBM masih aman sekitar lima hari dan kapal pengangkut juga sudah menuju Pangkal Balam,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak panik serta meminta Pertamina berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi penimbunan BBM.
“Masyarakat jangan panik, dan kami minta ada koordinasi dengan kepolisian agar tidak ada penimbunan,” pungkasnya. (LN/007)






