Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengapresiasi kehadiran perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan lokasi penyaluran dipilih karena kawasan Ketapang dikenal sebagai basis utama masyarakat nelayan di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Di sini adalah murni kampung nelayan, bahkan penghuni rumah susun ini mayoritas adalah mereka yang melaut. Nelayan kita di sini sangat terampil, mereka mampu membangun kapal sendiri,” ujarnya.
Saparudin juga menyoroti beratnya paket bantuan yang diterima warga. Ia meminta lurah dan camat turun langsung membantu masyarakat membawa bantuan tersebut.
“Paket bantuan ini cukup berat, ada kontainer yang isinya mungkin mencapai puluhan kilogram. Saya minta Pak Lurah dan jajaran untuk mengawal warga, jangan sampai ada yang kelelahan atau pingsan saat membawa bantuan ini pulang,” katanya.
Ia menambahkan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang kerap menghadapi masa sulit saat periode November hingga Januari akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Menurutnya, kondisi nelayan di Pangkalpinang berbeda dengan nelayan di kabupaten yang masih memiliki lahan untuk berkebun ketika tidak melaut. Sementara nelayan di Pangkalpinang memiliki keterbatasan lahan sehingga saat masa panceklik, mereka biasanya memperbaiki perahu atau bekerja serabutan seperti buruh bangunan.
“Alhamdulillah di bulan suci Ramadan ini kita mendapat rezeki melalui bantuan tersebut. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat nelayan yang sedang menghadapi masa sulit,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Mie Go, Asisten Perekonomian dan Pembangunan David, serta Kepala Dinas Sosial Barca, bersama para camat se-Kota Pangkalpinang. (LN/007)






