LOPANNEWS, BELITUNG TIMUR mood – Tambak udang vaname milik PT Vaname Inti Perkasa (VIP) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai memasuki tahap awal produksi dengan penebaran 1,2 juta ekor benur. Mengusung teknologi budidaya ramah lingkungan, tambak ini ditargetkan menjadi percontohan pengembangan usaha udang modern di daerah tersebut.
Penebaran benur dilakukan langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, bersama Direktur Utama PT VIP, Heryanto Ardiya, di kawasan tambak udang Tanjung Batu Buruk, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Minggu (1/11/2026).
Kamarudin menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terhadap investasi yang dinilai dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan dan perekonomian daerah. Ia berharap proses perizinan investasi yang produktif dapat berjalan lebih cepat dan tidak berbelit-belit.
“Pemkab Beltim sangat mensupport investasi ini. Jangan sampai cuma mau bikin satu izin saja jadi susah, apalagi ini untuk kepentingan daerah dan daerah kita harus maju,” ujar Kamarudin.
Selain mendukung investasi, Kamarudin juga menyoroti penggunaan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diterapkan di tambak tersebut. Menurutnya, sistem pengolahan air menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan kegiatan budidaya udang berjalan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Saya lihat IPAL-nya sudah sangat baik. Airnya disirkulasi, terus kotoran-kotoran udangnya dari sisa pakan itu semua difilter,” kata Kamarudin.
Ia berharap budidaya udang vaname dengan teknologi tersebut dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi contoh bagi investor lain yang ingin mengembangkan usaha serupa di Belitung Timur.
“Karena tadi saya sudah melihat prosesnya, semuanya bagus. Saya harap ini bisa menjadi contoh bagi orang yang ingin berinvestasi dan membuka peluang ke depannya,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT VIP, Heryanto Ardiya, menjelaskan bahwa tambak tersebut menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), yakni sistem budidaya yang memungkinkan air terus disirkulasikan dan disaring untuk digunakan kembali.
Melalui sistem tersebut, pengelolaan air tambak dirancang agar tidak perlu langsung dibuang ke laut. Sementara itu, kotoran udang dan sisa pakan akan melalui proses penyaringan dan pengolahan untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang berpotensi memiliki nilai ekonomis.
“Dari kotoran-kotoran udang itu akan kita proses jadi pupuk, yang nanti bisa dijual lagi. Intinya konsep ramah lingkungan,” jelas Heryanto.
Ia menambahkan, penebaran 1,2 juta ekor benur tersebut merupakan tahap awal operasional budidaya udang vaname di tambak PT VIP. Perusahaan menargetkan satu modul tambak mampu menghasilkan sekitar 50 ton udang vaname dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Meski demikian, Heryanto mengakui hasil produksi tetap bergantung pada keberhasilan proses budidaya, termasuk tingkat kelangsungan hidup benur dan kondisi pemeliharaan selama masa pembesaran.
“Ini kan baru mulai tahap awal tebar benurnya, jadi belum tahu berapa banyak yang berhasil. Namun, kita memperkirakan untuk target awal sebanyak 50 ton, karena namanya budidaya memang butuh perjuangan agar bisa berhasil,” ungkapnya.
Dengan penerapan teknologi RAS dan pengolahan limbah, tambak udang PT VIP diharapkan mampu mengembangkan budidaya udang vaname yang produktif dan memperhatikan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur pun berharap investasi tersebut dapat menjadi contoh pengembangan sektor perikanan budidaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. (LN/ARS/007)
![]()





