Dessy hadir bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah pihak lapas yang menghadirkan program pembinaan berbasis keagamaan bagi warga binaan.
“Ini langkah luar biasa. Rumah Tahfidz bukan hanya tempat belajar menghafal Al-Qur’an, tetapi juga ruang untuk membangun kembali mental dan spiritual warga binaan,” kata Dessy usai peresmian.
Menurutnya, pembinaan rohani menjadi pondasi penting agar para warga binaan memiliki kekuatan batin saat kembali ke masyarakat. Ia berharap kehadiran Rumah Tahfidz mampu melahirkan pribadi-pribadi yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan baru.
Tak hanya pembinaan spiritual, pihak lapas juga memberikan berbagai pelatihan kemandirian. Mulai dari membatik, tata rias wajah (make-up), hingga teknik pertanian hidroponik.
Dessy menegaskan, bekal keterampilan tersebut menjadi modal penting untuk membuka usaha atau bekerja secara mandiri setelah bebas nanti.
“Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Manfaatkan waktu di sini untuk belajar sebanyak mungkin. Saat kembali ke masyarakat, harus siap mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Dengan sinergi pembinaan rohani dan pelatihan keterampilan, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Pangkalpinang dapat bangkit, berubah, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (LN/007)






