Terbongkar! Jutaan Rokok Ilegal Siap Edar di Belitung, Pemilik Truk Kini Mendekam di Tahanan

Kabid Humas Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Sugiyarso, mengungkapkan tersangka berinisial MR alias Ro (43), warga Pangkallalang, Tanjungpandan. Ia ditetapkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kendaraan sekaligus muatan rokok ilegal yang sebelumnya diamankan polisi.

“MR alias Ro sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia merupakan pemilik truk sekaligus pemilik jutaan batang rokok ilegal yang ditemukan,” ujar Agus, Kamis (5/3/2026).

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Babel memeriksa sejumlah saksi di Kepolisian Resor Belitung pada Selasa (3/3/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, penyidik mengantongi cukup bukti untuk meningkatkan status MR dari saksi menjadi tersangka.

Sejak Rabu (4/3/2026), MR langsung ditahan dan dibawa ke Pulau Bangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Saat ini, ia mendekam di Rumah Tahanan Mapolda Babel.

Sebelumnya, jajaran Kepolisian Resor Belitung menggagalkan peredaran rokok ilegal dalam jumlah besar di kawasan Tanjungpandan, Jumat (13/2/2026). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sekitar 1.960.000 batang rokok tanpa pita cukai resmi dari sebuah truk tanpa pelat nomor.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di Dusun Teluk Dalam, Desa Juru Seberang, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Menindaklanjuti informasi itu, Unit Tipidter bersama Sat Intelkam melakukan penyelidikan dan menemukan truk terparkir di lahan kosong sekitar pukul 15.00 WIB.

Truk tersebut diketahui telah berada di lokasi sejak subuh dan ditinggalkan tanpa sopir. Saat bak truk yang tertutup terpal diperiksa, petugas mendapati tumpukan kardus berisi rokok dalam jumlah besar yang diduga siap diedarkan di wilayah Bangka Belitung.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Belitung untuk proses penyidikan. Kasus ini disebut sebagai salah satu pengungkapan rokok ilegal terbesar di wilayah Belitung dalam beberapa tahun terakhir. (LN/007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *