LOPANNEWS, BANGKA BELITUNG — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan agenda penyampaian usul pendapat terkait posisi Wakil Gubernur (Wagub) resmi ditunda. Penundaan terjadi akibat jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum.
Berdasarkan daftar hadir rapat yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Babel pada Senin (10/8/2026) tersebut, hanya ada 17 anggota legislatif yang hadir.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menegaskan penundaan ini murni bagian dari mekanisme kelembagaan. Ia membantah narasi yang menyebut rapat tersebut digelar untuk memakzulkan atau memberhentikan Wagub Babel.
“Ini bukan pengusulan berhenti, tapi mekanismenya masih panjang. Kita mau mendengarkan pengusul menyampaikan alasan tentang permasalahan posisi Wakil Gubernur,” ujar Didit usai rapat.
Luruskan Salah Nomenklatur dan Hormati Proses Hukum
Didit menjelaskan, DPRD Babel hanya ingin meminta penjelasan mengenai dinamika penyelenggaraan roda pemerintahan daerah terkait keberadaan Wagub saat ini. Terlebih, persoalan hukum yang menyangkut dugaan ijazah Wagub masih bergulir di pengadilan.
Ia juga meluruskan kesalahan penulisan dalam agenda rapat yang sempat memicu spekulasi publik terkait pemakzulan.
“Bukan pemazulan. Memang ada salah nomenklatur pada saat pengetikan jadwal. Kita akui salah. Tetapi ini menyampaikan hak pendapat tentang situasi kondisi saat ini terhadap keberadaan posisi Wakil Gubernur seperti apa,” tegas Didit.
Menyoal ranah hukum, Didit menekankan bahwa DPRD tetap menghormati proses peradilan yang sedang berjalan dan menunggu putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap.
Kembali ke Internal Fraksi
Meski sejumlah fraksi seperti PDI Perjuangan, Golkar, PKS, Demokrat, dan NasDem tampak hadir, Didit menegaskan pimpinan tidak bisa mengintervensi kehadiran maupun pandangan fraksi-fraksi lain yang absen.
Guna menindaklanjuti hal ini, masing-masing fraksi akan melakukan pembahasan internal terlebih dahulu sebelum agenda rapat diputuskan kembali sesuai tata tertib DPRD Babel.
“Di sini tidak ada istilah menzalimi. Enggak ada niat kami menzalimi. Yang kami pikirkan ialah kinerja Pemerintah Daerah Bangka Belitung,” pungkasnya. (LN/007)
![]()





