Pengukuhan guru besar dalam rangkaian Dies Natalis ini tak sekadar seremoni, melainkan mencerminkan perubahan zaman yang membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk tampil dan berkontribusi di berbagai bidang.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan kebanggaan bersama sekaligus bukti nyata bahwa perempuan kini mampu bersaing dan berkiprah di level tertinggi dunia akademik.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Perempuan saat ini tidak boleh lagi dipandang sebelah mata karena sudah mampu berkiprah di berbagai bidang,” ujarnya.
Dessy juga menyampaikan ucapan selamat kepada Universitas Bangka Belitung atas perjalanan dua dekade, serta kepada para guru besar yang telah mencapai puncak karier akademik.

Menurutnya, keberadaan para guru besar tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga diharapkan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menghadirkan inovasi serta solusi konkret bagi masyarakat.
“Semoga ilmu yang dimiliki para guru besar ini bisa bermanfaat dan berkontribusi untuk kemajuan daerah, termasuk Pemerintah Kota Pangkalpinang,” katanya.

Momentum ini juga menjadi pesan penting bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus meningkatkan kualitas diri dan tidak ragu mengejar pendidikan setinggi mungkin.
Keberhasilan akademisi perempuan, lanjutnya, menjadi bukti bahwa kesempatan terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan dan pengembangan diri.
Di sisi lain, peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan UBB mulai mencuat, termasuk wacana pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal Pangkalpinang.
Meski demikian, Dessy menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta arahan pimpinan.
“Kita berharap ke arah sana, namun harus didiskusikan terlebih dahulu dan disesuaikan dengan anggaran serta arahan pimpinan,” ujarnya.
Memasuki usia ke-20, UBB tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga meneguhkan perannya sebagai pusat lahirnya intelektual, termasuk perempuan-perempuan hebat yang kini berada di garda terdepan dunia akademik. (LN/007)






