Dalam peringatan Dies Natalis ke-20 Universitas Bangka Belitung, Didit Srigusjaya menegaskan bahwa perjalanan dua dekade UBB bukanlah hal yang mudah. Ia menyebut kampus kebanggaan Kepulauan Bangka Belitung itu lahir dari perjuangan panjang penuh tantangan.
Menurut Didit Srigusjaya, sosok Bustami Rahman menjadi figur penting dalam sejarah berdirinya UBB. Ia mengaku mengetahui langsung bagaimana proses panjang pembentukan kampus tersebut.
“Perjuangan mendirikan UBB tidak mudah. Profesor Bustami Rahman adalah sosok luar biasa dalam perjalanan itu,” ujar Didit.
Tak hanya itu, Didit juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para tokoh pendiri UBB, termasuk Eko Maulana Ali dan Musafirman, agar seluruh pengabdian mereka menjadi amal jariyah.
Di sisi lain, Didit Srigusjaya menilai pengukuhan guru besar dalam Dies Natalis ke-20 Universitas Bangka Belitung menjadi indikator nyata meningkatnya kualitas pendidikan di UBB.
“Pengukuhan guru besar ini membuktikan kualitas UBB terus meningkat dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia,” tegas Didit.
Sebagai Ketua DPRD, Didit Srigusjaya memastikan pihaknya akan terus mendukung kemajuan Universitas Bangka Belitung, terutama dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Bangka Belitung.
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah, sehingga sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi harus terus diperkuat.
Menurut Didit, generasi muda Kepulauan Bangka Belitung harus dipersiapkan secara matang agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Di akhir pernyataannya, Didit berharap Universitas Bangka Belitung terus berkembang menjadi pusat keunggulan akademik yang mampu melahirkan generasi berdaya saing tinggi. (LN/007)






