Dari total empat penambang yang sebelumnya dilaporkan tertimbun, tiga orang telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam operasi pencarian yang berlangsung sejak Senin malam hingga Selasa dini hari.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan pencarian terhadap korban terakhir terus diintensifkan meski menghadapi risiko tinggi akibat kondisi tanah yang labil dan terus bergerak.
“Semalam tiga korban berhasil ditemukan. Saat ini tersisa satu penambang yang masih dalam pencarian. Medan sangat berbahaya karena tanah terus bergeser,” ujar Mikel, Selasa siang.
Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor, Tim SAR Gabungan mengerahkan empat unit alat berat jenis ekskavator hingga sore hari. Namun, upaya pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati demi menghindari longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan tim penyelamat.
Menurut Mikel, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini, meskipun target pencarian korban terus dikejar.
“Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan tim rescue. Harapannya korban terakhir dapat segera ditemukan,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko aktivitas pertambangan timah di wilayah Bangka Belitung, khususnya di lokasi-lokasi dengan struktur tanah yang tidak stabil. (LN/007)






