LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Kepala Sekolah SDN 26 Pangkalpinang, Melan, angkat bicara terkait isu dugaan pungutan dan pemotongan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang mencuat di tengah masyarakat.
Melan mengakui adanya sumbangan untuk guru Bahasa Inggris dan petugas kebersihan. Namun ia menegaskan, sumbangan tersebut bersifat sukarela dan telah disepakati melalui rapat bersama orang tua murid.
“Untuk sumbangan sukarela guru Bahasa Inggris dan petugas kebersihan memang benar ada, tapi sifatnya sukarela dan sudah dirapatkan bersama orang tua murid,” kata Melan kepada Redaksi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (24/01/2025).
Terkait dugaan pemotongan dana PIP, Melan dengan tegas membantah. Menurutnya, dana beasiswa tersebut langsung masuk ke rekening siswa dan pengambilannya dilakukan oleh orang tua atau wali murid.
“Untuk potongan PIP itu tidak benar. Beasiswa PIP langsung masuk ke rekening murid dan yang mengambilnya langsung orang tua murid,” ujarnya.
Melan juga menjelaskan, pihak sekolah pernah menggalang sumbangan sukarela dalam kondisi tertentu, seperti untuk guru yang pensiun maupun membantu murid atau orang tua murid yang tertimpa musibah, seperti meninggal dunia atau sakit parah.
Ia menambahkan, saat ini SDN 26 Pangkalpinang sudah tidak lagi menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Selain itu, ia mengaku tidak pernah memerintahkan guru atau wali kelas untuk melakukan pungutan uang kas.
“Untuk LKS sudah tidak ada. Untuk uang kas, saya tidak pernah memerintahkan guru atau wali kelas melakukan pungutan,” katanya.
Melan menegaskan, seluruh keputusan terkait sumbangan telah melalui rapat bersama orang tua murid dan terdokumentasi dengan baik.
“Rapat bersama orang tua murid dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, dan dari rapat tersebut tercapai kesepakatan sumbangan sukarela untuk memfasilitasi guru Bahasa Inggris dan petugas kebersihan,” tutupnya. (LN/Red/007)





