LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Motif pelaku penyiraman air keras yang dilakukan oleh kedua tersangka diduga sementara adanya suruhan orang dalam yang berada di dalam lapas (Napi), dari pengakuan tersangka pada saat dilakukan introgasi pada saat penangkapan.
Kedua pelaku mengaku adanya suruhan orang dalam lapas (Napi) karena dendam, diduga terjadi pertengkaran didalam lapas hingga orang dalam tersebut yang saat ini belum diketahui namanya menyuruh kedua pelaku yang saat ini sudah ditahan dan sudah dilakukan pengembangan perkara.
Tersangka juga mengaku mendapatkan imbalan sebesar 5juta dalam melakukan tidak pidana kriminal tersebut, Permintaan orang dalam (NAPI) tersebut diduga salah sasaran dikarenakan tersangka tidak mengetahui yang mana seharusnya yang menjadi target utama mereka.
Keluarga Korban mendesak pihak kepolisian dan lapas agar segera bertindak dan memberikan hukuman yang setimpal atas perlakuan tersangka terhadap korban yang hampir menghilangkan nyawanya.
“Kami dari pihak keluarga adinda kami Ropianti berharap kepada pihak kepolisian agar segera bertindak dan mengusut tuntas perkara ini, kami inginkan tersangka mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang terjadi pada adinda kami, karena adinda kami tidak bisa normal kembali dan dinyatakan cacat primer, Kami minta pihak kepolisian agar bertindak sesuai prosedur hukum, hukum yang seberat-beratnya semua pelaku agar nantinya tidak ada lagi korban seperti adinda kami yang mana tidak memiliki salah kepada mereka harus menjadi korban kekerasan penyiraman air keras yang seharusnya tidak terjadi pada adinda kami,” pungkas Nawan kakak kandungnya.
“Kami meminta kepada bapak KAPOLDA dan bapak KAPOLRESTA Pangkalpinang agar menghukum mereka seberat-beratnya, kami mau Meraka diberikan perlakuan yang sebanding dengan cacat pada adinda kami saat ini yang belum tw bagaimana nasibnya kedepan, Dan juga kami meminta agar pelaku yang menyuruh 2 orang tersangka tersebut agar bertanggung jawab atas pengobatan adinda kami yang mana saat ini tidak bisa terbendung lagi,” tambah Nawan.
Sampai saat ini keluarga korban masih menunggu tindakan tegas dari pihak kepolisan untuk mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya dan menunggu kabar baik dari tindakan pihak kepolisian.
Hingga berita diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait. (LN/Red)






