Kehadiran gubernur yang disambut atraksi wushu ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya. Hidayat juga tampak membaur bersama masyarakat dalam rangkaian Festival Kampung Bintang yang berlangsung 3–5 April 2026.
Dalam sambutannya, Hidayat menegaskan Cheng Beng bukan sekadar tradisi, tetapi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus perekat persaudaraan.
“Tradisi ini mengajarkan kita mengenang jasa, mendoakan leluhur, serta menjaga hubungan kekeluargaan,” ujarnya.
Ia menilai, momen Cheng Beng memperkuat nilai kebersamaan, menghargai sejarah, serta mempererat silaturahmi lintas komunitas di Babel.
Hidayat juga mengapresiasi masyarakat yang terus melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, keberagaman budaya merupakan aset penting daerah yang harus dijaga bersama.
Selain itu, festival ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan UMKM lokal.
“Festival ini dari rakyat dan untuk rakyat, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ia berharap kawasan Makam Sentosa dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Acara berlangsung tertib dan meriah, dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan. (LN/007)






