Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan tari tradisional dan musik dambus yang mengiringi kedatangan gubernur.

Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai pusat kegiatan intelektual yang strategis.
“Gedung ini harus menjadi jantung kegiatan intelektual dan kebudayaan. Dari sinilah diharapkan lahir inovasi, penelitian, dan program edukasi yang mampu meningkatkan literasi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Kantor Bahasa Provinsi Babel dalam mendukung penguatan bahasa dan budaya di daerah.
Gubernur berharap Kantor Bahasa dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga komunitas literasi.
“Kerja sama yang erat sangat diperlukan agar pembinaan bahasa berdampak nyata bagi kemajuan bangsa, sastra, dan budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah, khususnya hibah tanah yang diberikan untuk pembangunan gedung.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Kantor Bahasa tersebut rampung dalam waktu kurang dari empat bulan.
“Gedung ini dibangun untuk menjaga dan memperkuat bahasa Indonesia sebagai lambang negara,” jelasnya.
Hafidz juga menambahkan bahwa bahasa Indonesia kini semakin diakui di kancah global, termasuk sebagai salah satu bahasa resmi yang diakui oleh UNESCO.

Selain itu, Kantor Bahasa Babel telah menjalankan berbagai program literasi, seperti penerbitan buku bacaan bermutu untuk sekolah serta dukungan terhadap komunitas literasi dan sastra di daerah.
Rangkaian acara peresmian turut diisi dengan penandatanganan prasasti, penyerahan program Trigatra Bangun Bahasa kepada sekolah, serta penandatanganan kerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Momentum ini juga dirangkaikan dengan serah terima jabatan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Babel dari Muhammad Irsan kepada Afriyendi Gusti.
Acara ditutup dengan pemotongan pita oleh gubernur sebagai simbol resmi dibukanya Gedung Kantor Bahasa Babel, yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi serta menjaga marwah bahasa Indonesia di tengah keberagaman. (LN/007)






