Ngopi santai yang dibalut dialog ringan itu tak sekadar ajang silaturahmi. Di balik obrolan hangat ditemani kopi dan mie rebus, muncul pembahasan serius terkait kondisi infrastruktur di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), khususnya soal jembatan rusak.
Pertemuan yang dihadiri sekitar 30 peserta ini berlangsung cair tanpa sekat formal. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja Beltim Suherman, Kasdim Mayor Cke Ikhsan, Danramil 414-02/Manggar Mayor Inf Iwan Setiawan, hingga Danramil 414-05/Kelapa Kampit Lettu Inf Rumawan.
Dandim 0414/Belitung Letkol Inf. Teguh Adi Setiawan mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmennya menjaga komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Saya ingin menunaikan janji saat awal menjabat untuk kembali bersilaturahmi dengan insan pers, LSM, dan ormas di Beltim,” kata Teguh.
Ia juga mengapresiasi peran wartawan dalam menjaga situasi daerah tetap kondusif melalui pemberitaan yang berimbang.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media di Beltim. Alhamdulillah selama ini situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Namun di balik suasana santai, Teguh mengungkap adanya persoalan infrastruktur yang menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil pengecekan internal Kodim 0414/Belitung, terdapat sedikitnya enam titik jembatan yang membutuhkan penanganan.
“Ada enam titik jembatan yang akan dibangun. Saat ini sudah dikonfirmasi dan akan dilakukan pengecekan lapangan untuk menghitung kebutuhan anggarannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut akan didukung melalui anggaran dari TNI Angkatan Darat.
“Semoga pembangunan ini bisa membantu mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak,” tambahnya.
Pertemuan sederhana ini menjadi bukti bahwa komunikasi informal dapat menjadi ruang efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi lintas elemen di daerah. (LN/007)






