Apresiasi itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi, Bimbingan Teknis (Bimtek) pemutakhiran data keanggotaan, serta konsolidasi DPP, DPD, dan DPC ABPEDNAS se-Babel di Rumah Dinas Gubernur, Selasa (14/4/2026).
Aditya menyebut, Bangka Belitung saat ini menempati posisi pertama secara nasional dalam penerbitan KTA ABPEDNAS.
“Percepatan ini luar biasa, dalam dua hari jumlah anggota meningkat dari 41 menjadi lebih dari 2.400. Ini bukti komitmen kuat dalam penataan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Hidayat Arsani menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kelembagaan desa, termasuk peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai representasi masyarakat.
“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Penguatan desa menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” kata Hidayat.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Babel dalam mendukung penguatan desa melalui berbagai program, salah satunya gerakan “Jaga Desa Jaga Indonesia”.
Menurut Aditya, sinergi antara pemerintah daerah dan ABPEDNAS di Babel menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Program strategis seperti pengawasan desa, pendampingan hukum, hingga pengawasan program nasional dinilai mulai berjalan efektif.
Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran ABPEDNAS di Bangka Belitung diharapkan semakin solid dalam mendukung pembangunan desa yang berdaya saing. (LN/007)






