Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Murry Mirranda, hadir langsung dan menjadi sorotan masyarakat. Ia disambut tokoh adat dan warga melalui prosesi adat, tari sambut, serta ritual tradisional. Tidak hanya memantau, Brigjen Murry juga ikut terlibat dalam prosesi Perang Ketupat, berbaur dengan warga dan saling melempar ketupat, menciptakan suasana akrab dan penuh tawa.
Festival ini merupakan tradisi masyarakat pesisir Tempilang sebagai wujud syukur atas hasil laut yang melimpah, sekaligus doa untuk menolak bala, mempererat persaudaraan, dan melestarikan budaya lokal.
Acara dihadiri pula oleh Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, pejabat TNI, DPRD, OPD, tokoh adat dan agama, serta sekitar 1.000 warga.
Kapolres Bangka Barat menyatakan bahwa keamanan terjaga berkat sinergi pengamanan lintas instansi, termasuk Polres, Polsek, TNI, Dishub, dan Satpol PP. Pengamanan mencakup pengaturan lalu lintas, penjagaan lokasi, dan pengawalan tamu undangan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Naber Kampong, tradisi bertamu ke rumah warga sebagai simbol kebersamaan dan syukur. Polres Bangka Barat menegaskan komitmen untuk mendukung pelestarian budaya lokal dan menjaga stabilitas keamanan masyarakat. (LN/007)






