Keluhan tersebut disebut tidak hanya dirasakan keluarga pasien, tetapi juga para petugas medis dan tenaga kesehatan yang berjaga di ruang IGD RSUD Ir. Soekarno Pangkalpinang.
Salah satu sumber internal rumah sakit mengungkapkan bahwa persoalan suhu ruangan panas di IGD sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak manajemen rumah sakit.
“Ya pak, hampir setiap keluarga pasien yang masuk ruang IGD mengeluhkan kondisi ruangan terasa panas. Para petugas jaga juga mengeluhkan hal yang sama,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno melalui Ketua Tim Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Non Medik, Rifa Ferdian, S.T., menjelaskan bahwa rumah sakit sebenarnya telah melakukan pemesanan sparepart AC kepada PT Daikin Airconditioning sejak 9 Maret 2026.
Menurut Rifa, keterlambatan perbaikan AC IGD RSUD Ir. Soekarno terjadi karena sparepart utama berupa PCB Noise mengalami kekosongan stok dari pihak Daikin.
“Pihak Daikin telah menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perbaikan unit AC IGD RSUD Ir. Soekarno karena sparepart PCB Noise sedang kosong,” jelas Rifa.
Ia menambahkan, saat ini sparepart AC tersebut sudah tersedia dan sedang dalam proses pengiriman menuju Pangkalpinang melalui Palembang.
“Sparepart sudah ready dan sedang dalam proses pengiriman ke RSUD Ir. Soekarno dari Palembang dengan estimasi 2-3 hari barang tiba, sehingga unit bisa segera diperbaiki,” katanya.
Pihak RSUD Ir. Soekarno Babel memastikan proses perbaikan AC IGD akan langsung dilakukan begitu sparepart tiba di Pangkalpinang.
“Tergantung pengiriman dari Daikin. Kemungkinan Sabtu sampai jika pengiriman berjalan sesuai jadwal, dan akan kami usahakan selesai secepatnya dengan estimasi pengerjaan sekitar satu hari,” tutupnya.
Keluhan terkait fasilitas IGD RSUD Ir. Soekarno Pangkalpinang ini menjadi perhatian masyarakat karena ruang gawat darurat merupakan area vital pelayanan kesehatan yang membutuhkan kenyamanan bagi pasien, keluarga pasien, maupun tenaga medis. (LN/007)






