Parah !!! Pangkal Pinang Dilanda Krisis “BBM” Kelangkaan Pertalite di Sejumlah SPBU

LOPANNEWS, BANGKA BELITUNG — Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite kembali memuncak di Kota Pangkalpinang. Sudah tiga hari berturut-turut antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengular panjang di sejumlah SPBU.

Terparah terjadi hari ini, Selasa, 18 November 2025, di SPBU Jalan A. Yani dan SPBU Pangkal Balam dan lainnya.

Antrean motor bahkan memanjang hingga depan minimarket Asoka, membentuk dua lajur penuh sesak. Sementara antrean mobil tak kalah semrawut dan memakan badan jalan.

Situasi itu memaksa pihak kepolisian turun tangan mengatur arus kendaraan, dibantu para karyawan SPBU. Tanpa pengaturan, kemacetan dikhawatirkan meluas karena volume kendaraan terus bertambah sejak pagi.

“Kami hanya berusaha agar tidak terjadi penumpukan dan saling serobot,” ujar salah satu petugas di Lokasi,” Selasa (18/11/2025)

Fenomena ini cukup janggal. Biasanya, antrean panjang hanya terjadi pada BBM jenis solar, yang didominasi truk serta kendaraan niaga seperti Isuzu Panther.
Namun kali ini, pertalite yang justru menjadi rebutan. Warga dari berbagai kecamatan terpaksa mondar-mandir mencari SPBU yang masih memiliki stok.

Beberapa hari terakhir, antrean panjang di SPBU mendorong masyarakat menyerbu pertamini dan kios-kios kecil sebagai alternatif cepat.

Namun kondisi tersebut berbalik hari ini, banyak pertamini justru kehabisan stok karena tingginya permintaan.

“Sudah keliling, pertamini kosong semua. SPBU pun antre panjang sekali. Mau beli saja susah,” keluh warga Bukit Baru.

Situasi diperparah dengan minimnya informasi resmi dari pihak terkait. Dugaan adanya keterlambatan suplai atau penyesuaian distribusi beredar di masyarakat, tetapi belum ada keterangan yang dapat dipastikan.

Upaya konfirmasi masih dilakukan kepada Pertamina maupun instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Sementara itu, warga berharap kondisi segera normal. Para pengendara yang bekerja bergantung pada kendaraan mengaku mulai terganggu.

“Kalau begini terus, aktivitas harian ikut kacau. Kami butuh kejelasan,” kata pengemudi ojek online.

Hingga berita ini diturunkan, antrean di sejumlah SPBU di Pangkalpinang masih tampak padat. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera mengambil langkah cepat sebelum situasi semakin membebani warga kota. (LN/JMSI Babel/007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *