KPHP Rambat Mendayung Pilih Bungkam,  Kawasan HL Pemkab Babar Porakporanda Dibabat Tambang Ilegal dan Alat Berat

LOPANNEWS, MENTOK – Integritas jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Rambat Menduyung, Kabupaten Bangka Barat dipertanyakan.

Pasalanya, jajaran KPHP Rambat Menduyung terkesan tertutup ketika dikonfirmasi soal hasil sidak dan razia pihaknya di area tambang ilegal Hutan Lindung (HL) belakang komplek pemkab Bangka Barat belum lama ini.

Ihwalnya, redaksi media ini melayangkan konfirmasi ke Kasi Perlindungan KPHP Rambat Menduyung, Rahmat Kamis (13/8/2028) lalu.

Rahmat tak menampik jika jajarannya sempat turun ke area tambang ilegal sekitar pemkab Bangka Barat.

Dalam operasi tersebut pihak KPHP Rambat Menduyung menemukan adanya praktik timbang ilegal. Termasuk alat berat yang dipakai para penambang.

Namun, ketika ditanya soal tindak lanjut terkait operasi yang dilakukan pihaknya, Rahmat enggan memberikan jawaban. Dalihnya, sedang rapat.

“Nanti bang ya, kami lagi rapat,”kem kata Rahmat melalui sambungan WhatsApp, Kamis (13/8/2028) lalu sekira pukul 10.30 WIB.

Sore harinya, sekira pukul 15.30 WIB, redaksi kembali meminta data dan dokumentasi terkait razia yang dilakukan KPHP Rambat Menduyung.

Namun, bukannya data dan dokumentasi yang diperoleh awak media, Rahmat kembali berkilah dengan dalih sedang ada tamu dan meminta awak media datang ke kantor KPHP Rambat Menduyung.

“Maaf bang tadi ada tamu…terkait info besok maen saja ke kantor kami,” kata Rahmat malam harinya.

Mengingat jarak lantaran redaksi media ini berdomisili di kota Pangkalpinang, redaksi pun meminta Rahmat mengirimkan data dan dokumentasi kegiatan melalui aplikasi WA saja. Sebab, suatu konfirmasi tak mengharuskan untuk tatap muka. Apalagi di era digital semacam ini.

“Ok jadi kapan kira-kira data kegiatan dan dokumentasi dikirimkan ke kami pak,” sambung redaksi bertanya ke Rahmat.

“besok saja ya soalnya foto-foto ada di staf saya dan skrg sy lagi acara yasinan,” sambung Rahmat.

Namun, ironisnya sampai saat ini Rahmat tidak pernah mengirimkan data dan dokumentasi yang pernah ia janjikan kepada redaksi media.

Ultimatum Wakil Bupati dan Kapolres Dikangkangi

Ultimatum Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman dan Kapolres tak digubris pemain tambang di area komplek Pemkab Bangka Barat.

Buktinya, Selasa (12/8/2025) lalu para pemain tambang ini kembali memporak-porandakan area yang masuk dalam kawasan Hutan Lindung (HL) tersebut.

Padahal, beberapa bulan silam Kapolres dan Wakil Bupati sidak dan melakukan razia sekaligus penindakan. Mirisnya, baru-baru ini kawasan HL pemkab Bangka Barat, kembali dijarah, bahkan mereka menggunakan alat berat.

Kendati demikian, hingga saat ini belum terdengar adanya tersangka atau alat berat yang berhasil diamankan aparat setempat.(LN/JMSI BABEL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *