Iwan Gabus: Pemuda Pancasila Terbuka untuk Siapa Saja, Soliditas Harga Mati

Menurutnya, Pemuda Pancasila merupakan salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota yang diperkirakan mencapai sekitar 10 juta orang.

“Pemuda Pancasila adalah organisasi masyarakat. Siapapun boleh menjadi bagian dari PP. Organisasi ini lahir dari panggilan sejarah untuk menjaga dan mengamalkan ideologi negara, yaitu Pancasila,” ujar Iwan Gabus, Kamis (12/3/2026).

Iwan Gabus sendiri telah memimpin MPC Pemuda Pancasila Belitung Timur selama sekitar tujuh tahun, sejak 2019 hingga 2026. Dalam kepemimpinannya, ia selalu menekankan kepada para pengurus dan anggota agar menjaga sikap positif serta berbuat baik kepada sesama anggota maupun masyarakat.

Ia mengatakan, sikap tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dimanapun PP berada, kami harus menjadi contoh dalam mengamalkan Pancasila, dengan berbuat baik kepada sesama,” jelasnya.

Selain itu, menurut Iwan Gabus, solidaritas dan rasa setia kawan juga menjadi nilai yang selalu dijaga di dalam organisasi.

Selama bulan Ramadhan 2026, Pemuda Pancasila Belitung Timur juga menggelar berbagai kegiatan sosial, termasuk menyalurkan bantuan kepada anggota dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kami sering menjadi penghubung bagi sahabat-sahabat PP yang ingin menyalurkan bantuan kepada orang lain yang memang layak untuk dibantu,” katanya.

Terkait sumber pendapatan organisasi, Iwan Gabus menjelaskan bahwa seluruh pendanaan Pemuda Pancasila berasal dari sumber-sumber yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Beberapa di antaranya berasal dari uang pangkal dan iuran anggota, sumbangan yang tidak mengikat, donasi sukarela, serta usaha-usaha sah yang dijalankan organisasi sesuai peraturan yang berlaku.

“Dana tersebut digunakan untuk membiayai operasional organisasi, program kerja, serta kegiatan sosial Pemuda Pancasila di Belitung Timur,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap bantuan yang diterima atas nama organisasi harus digunakan untuk kepentingan bersama.

“Kalau saya mendapatkan bantuan dengan mengatasnamakan PP, maka itu harus digunakan untuk kepentingan organisasi dan kebersamaan anggota,” tegasnya.

Iwan Gabus menambahkan, Pemuda Pancasila juga mendorong para anggotanya untuk bekerja dan berusaha secara mandiri guna mencukupi kebutuhan hidup.

Saat ditanya mengenai pandangannya terhadap organisasi atau lembaga lain yang juga menerima bantuan, namun jarang terdengar aktivitas penyalurannya, Iwan Gabus memilih tidak memberikan komentar.

“Soal lembaga lain saya no comment. Itu urusan mereka. Harapan saya ke depan, pemerintah daerah juga dapat memperhatikan dan membantu organisasi kemasyarakatan seperti kami dalam mendukung kegiatan organisasi, karena hal itu juga memiliki dasar aturan,” tutupnya. (LN/ARS/007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *