LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Festival Kesenian Tradisional, Lomba Menulis Biografi Wali Kota Pangkalpinang periode 1956–1978, serta Bazar UMKM di kawasan eks Lapangan Voli Taman Wilhelmina, Sabtu (17/10/2026) malam.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026 tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Sarli. Acara ini turut dihadiri Asisten Setdako, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kota Pangkalpinang, budayawan, seniman, serta masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan festival tersebut merupakan inisiatif pemerintah kota untuk menyediakan ruang bagi budayawan, pelaku seni, dan masyarakat dalam mengembangkan serta melestarikan kebudayaan daerah.
Menurut Darwin, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda agar warisan tradisi tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada para budayawan, pelaku seni, dan seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang untuk bersama-sama menghidupkan kebudayaan daerah,” demikian inti penyampaian Darwin dalam sambutannya.
Darwin menjelaskan, Festival Kesenian Tradisional Pangkalpinang menghadirkan 29 sanggar seni yang akan menampilkan beragam pertunjukan. Di antaranya seni dambus, rudat, rebana, hadrah, tari tradisional, paduan suara, musik lokal daerah, barongsai, hingga pameran seni rupa.
Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan Lomba Menulis Biografi Wali Kota Pangkalpinang periode 1956–1978. Darwin menyebut proses kegiatan lomba tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan sebelum hasilnya diperkenalkan kepada masyarakat.
Sementara itu, Plh Sekda Kota Pangkalpinang, Sarli, menyampaikan bahwa Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna belum dapat menghadiri kegiatan tersebut karena adanya agenda mendadak yang mengharuskan keduanya berada di Jakarta. Sambutan wali kota kemudian disampaikan melalui Sarli.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah kota menegaskan bahwa kebudayaan merupakan akar identitas bangsa, bukan sekadar tontonan atau peninggalan masa lalu. Kebudayaan menjadi energi yang membentuk cara berpikir, sikap, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjaga dan melestarikan warisan budaya, tetapi turut mengembangkan serta mewariskannya kepada generasi penerus. Kebudayaan diharapkan menjadi salah satu pilar pembangunan yang terintegrasi dengan pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan berbagai sektor lainnya.
Melalui festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap kesenian tradisional semakin dikenal, pelaku seni memperoleh ruang berekspresi, serta UMKM lokal mendapatkan kesempatan memperluas pemasaran produk. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat identitas budaya dan kebersamaan masyarakat Pangkalpinang. (LN/007)
![]()





