Rusli diketahui berangkat memancing dari Dermaga Nelayan 1, Sungailiat, pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Namun hingga sore hari korban tidak kunjung kembali ke dermaga seperti biasanya sehingga keluarga mulai khawatir.
Selain itu, korban hanya membawa cadangan bahan bakar sekitar lima liter. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Pangkalpinang.
Titik terang pencarian muncul setelah seorang nelayan yang melintas di perairan Tanjung Berikat menemukan perahu sampan atau kolek milik korban dalam kondisi terapung tanpa awak. Perahu tersebut kemudian ditarik ke pesisir pantai dan dilaporkan kepada pihak terkait.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan memusatkan pencarian di sekitar perairan Karang Kranas dan Karang Berindu, Sungailiat. Setelah menerima informasi penemuan perahu, tim langsung mengalihkan pencarian ke perairan Tanjung Berikat.
Tidak lama berselang, jasad korban ditemukan tidak jauh dari lokasi perahu tersebut. Proses evakuasi dilakukan hingga malam hari sebelum jenazah dibawa ke RSUD Kabupaten Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan tersebut. Ia juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
“Kami mewakili seluruh jajaran dan Tim SAR Gabungan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian ini,” kata Mikel.
Operasi SAR gabungan melibatkan Kantor SAR Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, serta nelayan setempat.
Dengan ditemukannya korban dan telah diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR terhadap nelayan tersebut resmi ditutup. (LN/007)






