Para pemudik tersebut tiba menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dalam program Mudik Gratis 2026 yang difasilitasi TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Babel dan sejumlah pihak.
Kedatangan pemudik disambut haru oleh keluarga serta jajaran Forkopimda yang turut hadir di lokasi. Hidayat Arsani bahkan menyapa langsung para pemudik yang baru turun dari kapal.
“Selamat datang sepradik-sepradik di kampung halaman. Kita sudah dibantu oleh TNI AL dari keberangkatan sampai tiba di Babel hari ini. Mudah-mudahan tahun depan fasilitas seperti ini bisa kita siapkan kembali,” ujar Hidayat.
Program mudik gratis tersebut menggunakan KRI Semarang-594 dengan rute Jakarta–Babel–Belitung. Sebanyak 1.100 pemudik asal Babel diberangkatkan dari Jakarta sejak Minggu (15/3).
Program ini terlaksana melalui kolaborasi TNI AL, Pemprov Babel, Ikatan Keluarga Masyarakat (IKM) Babel, Bank Sumsel, dan PT Timah.
Selain fasilitas kapal, para pemudik juga mendapatkan layanan makan untuk berbuka puasa dan sahur selama perjalanan di atas kapal.
Setibanya di Belinyu, pemerintah juga menyiapkan transportasi lanjutan untuk mengantar para pemudik ke daerah masing-masing.
Sebanyak 10 unit bus dari PT Timah serta 6 unit bus dari Pemerintah Kabupaten Bangka dan Pemerintah Kota Pangkalpinang disiapkan untuk membantu mobilitas pemudik.
Hidayat Arsani menegaskan Pemprov Babel akan terus mendukung program mudik gratis karena dinilai sangat membantu masyarakat perantau yang ingin pulang ke kampung halaman saat Lebaran.
“Pemprov Babel ingin terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Ini bentuk tanggung jawab kita agar warga yang merantau bisa pulang dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Ia berharap program mudik gratis ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. (LN/007)






