LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Persoalan sampah di kawasan Teluk Bayur menjadi perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang. Melalui kegiatan gotong royong Jumat Asri, Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin atau Prof Udin bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna dan jajaran perangkat daerah turun langsung membersihkan lingkungan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut turut melibatkan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Pangkalpinang, Amir La Ide, bersama jajaran pengurus FPK. Mereka bergabung dengan kepala OPD, camat, lurah, ASN, dan tenaga honorer Pemkot Pangkalpinang.
Gotong royong dipusatkan di seputaran Teluk Bayur, mulai dari Jembatan Teluk Bayur, belakang Kantor Satpas SIM Polresta Pangkalpinang, hingga Pool Alat Berat Balai Wilayah Sungai (BWS).
Prof Udin hadir bersama Wakil Wali Kota, didampingi Plh Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah kepala OPD. Turut terlibat Kepala DPUPR, Kepala Pelaksana BPBD, Plt Kasatpol PP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), camat, dan lurah setempat.
Ketua FPK Kota Pangkalpinang, Amir Laode, yang juga menjabat Camat Bukit Intan, menyampaikan bahwa persoalan sampah di kawasan Teluk Bayur membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Menurutnya, kegiatan gotong royong menjadi langkah awal untuk melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus mengidentifikasi persoalan di lapangan.
Ia menilai, hasil pembersihan perlu diikuti evaluasi agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat. Sebab, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat, tetapi membutuhkan penataan lingkungan dan kesadaran bersama agar tidak kembali terjadi.
Keterlibatan FPK dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Pemkot Pangkalpinang menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata. Sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dinilai penting untuk mendorong penanganan persoalan lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Prof Udin juga menyinggung rencana penutupan sementara jalan di kawasan Teluk Bayur. Namun, detail teknis, batas lokasi, serta waktu pelaksanaannya masih memerlukan penjelasan lebih lanjut agar masyarakat dan pengguna jalan dapat mengetahui dampak terhadap akses perjalanan.
Melalui Jumat Asri, Pemkot Pangkalpinang berharap penanganan kawasan Teluk Bayur tidak berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi berlanjut pada evaluasi, penataan, dan langkah konkret mengatasi persoalan sampah. Keterlibatan lintas OPD bersama FPK dan elemen masyarakat diharapkan menjadi kekuatan dalam mewujudkan lingkungan Pangkalpinang yang bersih, sehat, dan tertata. (LN/007)
![]()





