BBM Langka di Bangka, Ketua DPRD Babel Turun ke SPBU: Pertamax Pun Sulit Dicari

LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, turun langsung meninjau antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Pulau Bangka menyusul kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ia mendesak Pertamina segera menormalkan pasokan karena kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Didit mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat sejak Senin (13/7/2026) malam hingga Selasa (14/7/2026). Warga mengaku kesulitan memperoleh Pertalite maupun Pertamax, bahkan harus mengantre hingga berjam-jam.

“Saya tadi sudah mengecek langsung ke lapangan, bahkan melakukan panggilan video dengan pimpinan Pertamina Bangka Belitung mengenai kondisi antrean BBM di Pulau Bangka. Banyak aspirasi masyarakat yang mempertanyakan mengapa pasokan BBM sangat sulit didapat,” kata Didit.

Saat berada di SPBU, Didit berdialog langsung dengan warga yang mengaku harus mengantre hingga dua jam hanya untuk mendapatkan Pertalite. Bahkan, menurutnya, Pertamax juga mulai sulit diperoleh.

Ia juga menerima laporan adanya praktik penjualan BBM di luar jalur resmi dengan harga mencapai Rp20 ribu per liter.

Menurut Didit, DPRD Provinsi Bangka Belitung sebenarnya telah menjadwalkan rapat bersama Pertamina pada pukul 11.00 WIB untuk membahas persoalan tersebut. Namun, pertemuan harus ditunda karena jajaran Pertamina lebih dahulu memenuhi undangan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung.

Meski demikian, Didit meminta Pertamina segera melaporkan kondisi tersebut ke kantor pusat dan mengambil langkah cepat agar pasokan BBM kembali normal.

“Kalau dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan dirasakan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai kelangkaan BBM tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM, pengemudi ojek daring hingga orang tua yang mengantar anak sekolah mulai merasakan kesulitan akibat terbatasnya pasokan BBM.

“Ada warga yang tidak bisa mengantar anak sekolah karena kehabisan BBM, bahkan ada kendaraan mogok di jalan. Di depan rumah saya ada dua orang yang menitipkan motornya lalu berjalan kaki mengantar anaknya sekolah. Ini menunjukkan semua sektor terdampak,” ujarnya.

Didit mengapresiasi respons cepat Pertamina Bangka Belitung, namun menegaskan diperlukan langkah konkret agar distribusi BBM segera kembali normal.

Ia juga mengusulkan pemisahan jalur antrean antara kendaraan umum dan pribadi dengan kendaraan penampung atau pengerit agar penyaluran BBM lebih tertib dan tepat sasaran.

“Kita berharap besok pagi situasi sudah mulai membaik. Jika belum juga terurai, kami akan memanggil kembali pihak terkait. Yang terpenting kondisi harus segera kembali normal,” katanya.

Selain itu, Didit mengingatkan persoalan ini berkaitan dengan temuan DPRD sebelumnya mengenai distribusi BBM subsidi yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran, terutama bagi nelayan.

Karena itu, ia meminta pengawasan distribusi BBM diperketat untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan masyarakat yang berhak benar-benar memperoleh pasokan BBM sesuai ketentuan. (LN/007)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *