Korban diketahui bernama Haris Sukhatno (44), warga Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Belitung Timur. Peristiwa tersebut terjadi saat Kapal Feliana 1 sedang berada di area pemancingan (fishing ground) di wilayah Selat Karimata.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Kapal Feliana 1 berangkat dari Pelabuhan Rakyat Desa Baru Manggar sekitar pukul 03.00 WIB dan tiba di lokasi pemancingan pada pukul 05.30 WIB. Setelah mesin kapal dimatikan dan kapal dibiarkan hanyut mengikuti arus, korban terlihat berjalan menuju bagian buritan kapal sebelum akhirnya terpeleset dan jatuh ke laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang mengatakan, rekan korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada nakhoda kapal dan melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian.
“Pada pukul 05.30 WIB rekan korban menyampaikan bahwa korban telah terjatuh ke laut. Selanjutnya saksi dan kru kapal segera melakukan pencarian mandiri di sekitar kapal,” ungkap Kepala Kantor SAR Pangkalpinang.
Korban yang terakhir terlihat mengenakan jaket merah tidak lagi tampak di permukaan laut. Korban diduga tenggelam dan terbawa arus ke bawah lambung kapal sesaat setelah terjatuh.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang pada pukul 13.46 WIB dari seorang warga bernama Pandi Salim. Setelah menerima laporan, tim Rescue Pos SAR Belitung langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Posisi Last Known Position (LKP) korban diperkirakan berada pada koordinat:
04∘33′33.06′′S 107∘54′54.06′′E04∘33′33.06′′S107∘54′54.06′′E
Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Belitung, USS Tanjung Pandan, BPBD Kabupaten Belitung Timur, dan Satpolairud Polres Belitung Timur.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar Perairan Selat Karimata menggunakan kapal nelayan yang dilengkapi alat komunikasi satelit guna memperluas area pencarian korban.
SAR Mission Coordinator, Mikel Rachman, menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan proses pencarian bersama seluruh unsur SAR dan nelayan setempat.
“Kami akan memaksimalkan upaya pencarian dan berkoordinasi secara intensif dengan potensi SAR serta nelayan setempat agar korban cepat ditemukan,” ujar Mikel Rachman. (LN/007)
![]()





