Chat WhatsApp Jadi Pemicu Penikaman Maut di Bangka Barat, Pelaku Tusuk Tetangga Sendiri

LOPANNEWS, BANGKA BARAT — Kasus penikaman maut di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Senin (18/5/2026), diduga dipicu percakapan panas melalui WhatsApp yang berujung saling tantang antara korban dan pelaku.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso mengungkapkan, korban berinisial F (29) meninggal dunia usai mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kanan.

“Motif sementara dipicu komunikasi melalui pesan WhatsApp yang memanas hingga berujung perkelahian,” ujar Iptu Yos Sudarso.

Terduga pelaku diketahui berinisial AF alias Anjar (25), yang merupakan tetangga korban di Desa Kacung.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, cekcok bermula dari percakapan WhatsApp yang dipenuhi emosi hingga keduanya sepakat bertemu langsung. Korban kemudian mendatangi rumah pelaku dan terjadi pertengkaran di halaman rumah warga.

Dalam perkelahian tersebut, korban disebut sempat mengambil batu. Pelaku lalu masuk ke rumah mengambil pisau dapur dan menikam korban satu kali hingga korban roboh bersimbah darah.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kelapa, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk yang diderita.

Personel Polsek Kelapa Polres Bangka Barat yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi korban, serta mengamankan barang bukti.

Polisi turut mengamankan satu bilah pisau dapur bergagang hijau yang terdapat bercak darah.

“Saat ini tersangka sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik,” tambah Iptu Yos Sudarso.

Kasus penikaman di Bangka Barat ini juga menjadi perhatian publik setelah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara korban dan pelaku beredar luas di media sosial. (LN/007)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *