Pelaku ditangkap di kediamannya di Desa Tempilang setelah petugas menemukan barang bukti berupa puluhan paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 19,28 gram.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas, Iptu Yos Sudarso menyampaikan bahwa kasus ini menjadi peringatan serius karena peredaran narkoba telah menyasar kalangan usia muda.
“Fakta bahwa pelaku masih berstatus remaja menjadi perhatian bersama. Ini menunjukkan ancaman narkotika sudah masuk ke generasi muda dan harus ditangani serius oleh semua pihak,” ujarnya.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah yang diduga sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan Unit Reskrim dan Intel Polsek Tempilang melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penyergapan sekitar pukul 00.15 WIB.
Dalam penggeledahan yang disaksikan aparatur desa, petugas menemukan satu paket besar, lima paket sedang, serta 27 paket kecil diduga sabu. Selain itu, turut diamankan alat hisap, timbangan digital, dan perlengkapan lainnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui barang tersebut miliknya yang diperoleh dari seseorang berinisial BR. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk memburu pemasok tersebut.
Iptu Yos Sudarso menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai langkah menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.
“Kami mengajak orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan serta kepedulian terhadap lingkungan agar generasi muda tidak terjerumus narkoba,” tambahnya.
Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tempilang, sementara penanganan lebih lanjut dilakukan oleh Sat Res Narkoba Polres Bangka Barat.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto KUHP terbaru.
Polres Bangka Barat menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya, termasuk yang menyasar kalangan remaja. (LN/007)






