Turnamen ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai kalangan, dan menjadi salah satu inovasi dalam menggabungkan olahraga dengan kekayaan budaya lokal.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin atau Prof. Udin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif Pemkot melalui Dinas Pariwisata (Dispar) untuk menghadirkan konsep sport tourism yang mempererat kebersamaan masyarakat.
“Melalui Ceng Beng Cup ini, kita menyambut saudara-saudara kita yang melaksanakan ritual Ceng Beng di Kota Pangkalpinang. Kita meriahkan dengan kegiatan positif, salah satunya olahraga golf,” ujarnya saat membuka kegiatan, didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna.
Menurutnya, turnamen ini juga menjadi upaya menghidupkan kembali agenda yang pernah eksis sejak era 1990-an. Kini, Golf Ceng Beng Cup kembali diangkat sebagai bagian dari kalender olahraga daerah, bahkan masuk dalam agenda Persatuan Golf Indonesia (PGI).
Ke depan, Pemkot berharap turnamen ini dapat digelar secara rutin setiap tahun dan menjadi pemicu lahirnya berbagai event golf lainnya di Pangkalpinang.
“Kita ingin kegiatan seperti ini berkelanjutan. Tadi juga sudah kita komunikasikan, ke depan mungkin ada Kapolda Cup atau turnamen lainnya. Harapannya, olahraga bisa menjadi bagian dari promosi pariwisata kota,” katanya.
Pemilihan golf sebagai cabang olahraga bukan tanpa alasan. Selain didukung fasilitas yang memadai, golf dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda bagi peserta.
Sebagai olahraga luar ruang, golf menawarkan suasana yang menyatu dengan alam. Peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menikmati keindahan lanskap hijau khas Pangkalpinang.
“Golf ini kan olahraga di ruang terbuka. Peserta bisa menikmati suasana alam Pangkalpinang, tidak hanya pantai, tetapi juga lanskap lapangan yang indah,” pungkasnya. (LN/007)






