Pangkalpinang Menggila di Festival Kampung Bintang 2026, Toleransi Bersatu dan UMKM Meledak

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa kehadiran festival kuliner Chinese halal bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam memperkuat citra daerah sebagai kota toleransi.

“Kita ingin Kota Pangkalpinang benar-benar dikenal sebagai kota toleransi. Melalui festival ini, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul, menjaga tradisi, dan merajut kebersamaan,” ujarnya.

Momentum festival yang berdekatan dengan tradisi Ceng Beng dimanfaatkan untuk memadukan nilai budaya dengan ekonomi kreatif dan pariwisata. Tradisi ziarah tersebut kini diperkaya dengan pengalaman wisata yang lebih luas bagi masyarakat maupun pengunjung luar daerah.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma Mustikasari, menilai konsep bazar kuliner halal bernuansa budaya Tionghoa menjadi strategi penting dalam memperluas pasar UMKM sekaligus memperkuat identitas wisata kuliner daerah.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat,” jelasnya.

UMKM Jadi Motor Penggerak

Ratusan pelaku UMKM turut ambil bagian, menampilkan beragam produk mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen hingga produk kreatif khas Bangka Belitung. Festival ini ditargetkan menjadi etalase ekonomi kreatif Pangkalpinang, dengan dampak langsung terhadap peningkatan transaksi masyarakat selama tiga hari kegiatan.

Ragam Kegiatan dan Hiburan

Hari pertama (3 April 2026) dibuka meriah dengan:

  • Penampilan barongsai Kong Chiang

  • Parade Nusantara dan tabuh gong

  • Kunjungan ke stan UMKM

  • Kolaborasi seni Balijonk Art Fashion dan Buday 2025

Malam harinya, panggung hiburan diisi oleh:

  • Taichi Aidity Babel

  • The Fella’s Band

  • Wita Band Pangkalpinang

Pada Sabtu (4 April 2026), kegiatan dilanjutkan dengan:

  • Ceng Beng Cup di Girimaya Golf

  • Drumband dan dambus rampai bunyi

  • Story telling budaya Bangka Belitung

  • Lomba line dance

Malam puncak digelar pukul 19.00 WIB dengan penampilan Wushu Ronin, hiburan musik, serta sambutan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Wali Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, Minggu (5 April 2026) difokuskan pada partisipasi masyarakat melalui:

  • Lomba barongsai

  • Drama musikal Ronin

  • Fashion show berbagai kategori usia

  • Karaoke bersama sebagai penutup

Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Festival ini tidak hanya meningkatkan penjualan produk, tetapi juga membuka peluang promosi, kolaborasi usaha, hingga perluasan jaringan pasar bagi pelaku UMKM.

Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat, Festival Kampung Bintang 2026 diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(LN/007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *