Dalam acara pelepasan tersebut, Saparudin menegaskan bahwa masyarakat Pangkalpinang memiliki budaya kebersamaan yang kuat dalam mengantar keberangkatan jemaah haji. Tradisi itu terlihat dari dukungan keluarga, lingkungan RT/RW, hingga masjid-masjid yang turut mendoakan para calon tamu Allah SWT.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi semangat penting agar para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, tertib, sehat, dan penuh keikhlasan di Tanah Suci.
“Bapak ibu adalah orang-orang pilihan yang dipanggil Allah SWT untuk beribadah langsung di depan Ka’bah,” kata Saparudin.
Ia juga mengingatkan seluruh calon jemaah haji asal Pangkalpinang dan Bangka Belitung untuk menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji 1447 H. Selain menjaga kesehatan, para jemaah diminta memperbanyak kesabaran dan menjaga kekhusyukan ibadah selama berada di Makkah dan Madinah.
Saparudin turut mengimbau agar para jemaah tidak melakukan panggilan telepon saat berada di dalam masjid supaya suasana ibadah tetap khidmat dan tidak mengganggu jemaah lainnya.
Pelepasan calon jemaah haji ini menandai keberangkatan tiga kloter, yakni kloter 7, 8, dan 9, dengan total 291 jemaah asal berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Keberangkatan jemaah haji Babel 2026 ini diharapkan berjalan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. (LN/007)






