Pemkot Pangkalpinang Siap Kawal 2 Program Strategis Nasional

LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Di tengah hiruk pikuk pembangunan, Pj Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, menunjukkan komitmen tak tergoyahkan dalam mengawal dua Program Strategis Nasional (PSN) vital: Makan Bergizi Gratis (MEBG) dan Sekolah Rakyat Indonesia (SRI).

Program ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berpendidikan di Kota Pangkalpinang.

Dalam sebuah diskusi dan pemantauan pelaksanaan PSN yang berlangsung di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota, Kamis (18/9/2025), M. Unu Ibnudin menegaskan peran krusial pemerintah kota sebagai pengawas dan pengawal.

“Kami terbuka menerima masukan. Apa yang perlu dibantu dan dipercepat, bahkan soal anggaran, bisa diusulkan dalam pembahasan RAPBD 2026 yang sedang berjalan,” tegas Unu, menunjukkan keseriusan dalam menyukseskan program pusat ini.

Untuk program MEBG, kemajuan signifikan telah dicapai. Dapur umum dan sistem distribusi pangan dilaporkan sudah siap beroperasi.

Meskipun beberapa titik masih dalam proses, delapan dapur diproyeksikan akan beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Pengecekan rutin terus dilakukan untuk memastikan akurasi data dan kecepatan penyediaan fasilitas oleh penyedia baru.

Tak kalah pentingnya, program SRI juga menjadi fokus utama. Pangkalpinang telah menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas ini.

Namun, pembangunan gedung, perencanaan teknis, dan sistem pengelolaan masih menunggu tahapan selanjutnya dari dinas terkait.

Unu melihat SRI sebagai solusi pendidikan yang inklusif, khususnya bagi anak-anak kurang mampu, tidak terpantau, dan terlantar.

“Tujuannya agar tidak ada lagi adik-adik kita yang berada di jalanan atau di tempat yang tidak seharusnya,” ujar Unu dengan penuh harap, menggambarkan visi besar di balik program ini.

Konsep SRI, yang disebutnya mirip dengan pesantren, akan menampung serta memberikan pendidikan dan pembinaan yang komprehensif.

Dengan dukungan dan doa dari semua pihak, Unu berharap penganggaran dapat segera terwujud sehingga program ini dapat berjalan penuh di Kota Pangkalpinang dalam satu hingga dua tahun ke depan, membuka gerbang masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia.(LN/007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *