Hidayat Arsani Tinjau Pengungsian Korban Kebakaran Basel, Hunian Permanen Jadi Perhatian

LOPANNEWS, BANGKA SELATAN – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan pemerintah akan bertanggung jawab dalam penanganan dan pemulihan warga korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan Hidayat saat meninjau kawasan permukiman yang terbakar dan lokasi pengungsian sementara pada Sabtu (17/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi sekaligus mencari solusi pemulihan pascabencana.

Dalam peninjauan tersebut, Hidayat didampingi Ketua TP PKK Provinsi Babel Noni Hidayat, Sekda Babel Fery Afriyanto, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Sekda Bangka Selatan, serta jajaran pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten.

Sebanyak 245 rumah dilaporkan hancur akibat kebakaran tersebut. Untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal, Kementerian Sosial telah menyiapkan fasilitas pengungsian sementara berupa 53 tenda, 25 tenda dome, dua tenda serbaguna, dan empat unit WC portabel.

Hidayat mengatakan, kunjungannya kali ini merupakan peninjauan kedua ke lokasi bencana. Ia memastikan pemerintah daerah akan berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat, termasuk kemungkinan penyediaan hunian yang lebih permanen.

“Ini merupakan kunjungan kedua saya. Di sini saya meninjau lokasi pengungsian sementara yang diharapkan ke depannya dapat menjadi permanen. Saya sebagai gubernur bertanggung jawab atas musibah ini dan berkoordinasi dengan Bupati Bangka Selatan untuk mencari solusinya,” ujar Hidayat.

Menurutnya, penanganan korban kebakaran tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat pengungsian. Pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang agar warga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Ia juga meminta seluruh bantuan yang berasal dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan para korban.

“Koordinasikan dengan Tim Satgas dan Pak Bupati, lalu segera laporkan kepada saya. Wewenang operasional saya serahkan kepada Pak Bupati. Hal terpenting adalah seluruh kebutuhan harian, dokter, serta perawat disiapkan dengan baik. Kita dapat menghadapi ini melalui semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bangka Belitung,” tegasnya.

Hidayat turut mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pimpinan daerah, partai politik, pelaku usaha hingga organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama membantu meringankan beban warga terdampak kebakaran.

“Kita tidak merengek kepada pemerintah pusat, melainkan bergotong royong. Meskipun sedang menghadapi kesulitan, kita jangan lupa untuk bahagia,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya solidaritas masyarakat Bangka Belitung yang telah menyalurkan berbagai bantuan bagi korban kebakaran di Dusun Serdang.

“Terima kasih kepada masyarakat Bangka Belitung yang memiliki kepedulian sosial luar biasa. Atas musibah ini, kita tidak boleh cengeng. Kami akan bertanggung jawab bersama. Meskipun dana royalti dari pusat sebesar Rp5 triliun belum dicairkan, kami tetap bertanggung jawab,” tambah Hidayat.

Selain memastikan penanganan pengungsi, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Basarnas, ABPEDNAS, serta unsur TNI dan Polri.

Sementara itu, Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Gubernur Babel dalam melihat kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran.

“Bangga memiliki gubernur yang menunjukkan totalitas dan langsung turun tangan atas musibah di Bangka Selatan. Terima kasih, Pak Gubernur,” ucap Riza.

Berdasarkan kondisi terkini saat peninjauan, sebagian warga memilih tinggal sementara di rumah kerabat. Sementara itu, sekitar 70 kepala keluarga masih bertahan di posko pengungsian SDN 7 Simpang Rimba.

Pemerintah kini dihadapkan pada upaya pemenuhan kebutuhan pengungsi sekaligus penyiapan hunian sementara dan solusi pemulihan jangka panjang bagi warga yang kehilangan rumah.

Hidayat berharap koordinasi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petugas, relawan, dan masyarakat terus diperkuat agar penanganan bencana berjalan optimal serta warga terdampak dapat segera memulihkan kehidupan mereka. (LN/007)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *