LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna atau Cece Dessy, menyoroti kondisi Pasar Ayam di kawasan Jalan Trem, Pangkalpinang, yang terlihat kotor dan semrawut akibat tumpukan sampah serta saluran drainase yang tidak berfungsi optimal.
Kondisi tersebut ditemukan saat Cece Dessy bersama Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin atau Prof Udin, melakukan inspeksi mendadak (sidak), Jumat (30/10/2026). Peninjauan turut didampingi Kasat Pol PP, camat, lurah setempat, serta Kepala UPT Pasar.
Sidak tersebut dilakukan setelah keduanya mengikuti kegiatan gotong royong di kawasan Teluk Bayur. Rombongan kemudian meninjau kawasan rawan genangan dan banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam, sebelum melanjutkan peninjauan ke Pasar Ayam Jalan Trem.
Cece Dessy mengatakan, kondisi drainase di kawasan Rejosari perlu segera mendapat perhatian. Selain genangan air yang cukup tinggi, banyaknya sampah di saluran air menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani.
“Saya berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan. Jangan lagi membuang sampah ke sungai maupun selokan karena bisa menyebabkan penyumbatan dan berujung banjir,” tegasnya.
Persoalan serupa, lanjut Cece Dessy, juga ditemukan di kawasan Pasar Ayam Jalan Trem. Tumpukan sampah dan kondisi lingkungan yang kurang tertata menjadi perhatian pemerintah kota, mengingat kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Ia menegaskan, penanganan persoalan pasar tidak cukup hanya melalui kegiatan bersih-bersih, tetapi juga harus dibarengi normalisasi saluran air, pembenahan kawasan pasar, serta peningkatan kesadaran pedagang dan masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui instansi terkait telah melakukan berbagai upaya, termasuk pendekatan persuasif, pembinaan, sosialisasi hingga penegakan aturan. Namun, upaya tersebut harus didukung kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Tempat sampah sudah disediakan, bahkan ukurannya cukup besar. Tetapi kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kita tidak boleh hanya bersih saat gotong royong, tetapi kebersihan harus dijaga setiap hari,” ujarnya.
Cece Dessy juga meminta masyarakat tidak sepenuhnya menyerahkan persoalan kebersihan kepada pemerintah. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pedagang dan seluruh warga.
Ia menegaskan, kebersihan lingkungan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Pangkalpinang. Terlebih, memasuki musim penghujan, saluran drainase harus dijaga agar tidak tersumbat sampah yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir.
“Jangan hanya pemerintah yang disalahkan. Mari sama-sama menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan mulai dari lingkungan kita sendiri,” pungkasnya. (LN/007)
![]()





