Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Babel, Saipul Bakhri, menegaskan bahwa SPMB merupakan upaya pemerintah untuk menjamin akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak secara adil dan merata.
“Dinas Pendidikan menjalankan sistem ini secara jujur, akuntabel, transparan, dan berkeadilan. Kami berharap orang tua dan calon peserta didik percaya pada proses yang dilakukan. Jangan mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu masuk ke sekolah tertentu,” kata Saipul di Pangkalpinang, Kamis (18/6/2026).
Saipul menjelaskan, SPMB 2026 membuka empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Babel. Jalur afirmasi dan prestasi SMA/SMK telah dibuka pada 8–11 Juni 2026, sedangkan jalur domisili dan mutasi untuk SMA serta jalur reguler dan mutasi untuk SMK berlangsung pada 19–24 Juni 2026.
Menurutnya, sistem penerimaan yang diterapkan dirancang agar proses seleksi lebih tertata dan memberikan kesempatan yang luas bagi seluruh peserta didik untuk memperoleh akses pendidikan yang setara.
“Alhamdulillah, animo masyarakat saat pembukaan pendaftaran jalur afirmasi dan prestasi sangat tinggi. Semua sekolah telah melaksanakan proses seleksi sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat juga terlihat pada pembukaan jalur domisili, khususnya di sekolah-sekolah yang berada di pusat kabupaten dan kota.
Tingginya minat masyarakat tersebut, lanjut Saipul, dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat serta sistem penerimaan yang mengedepankan pemerataan akses pendidikan.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB diingatkan untuk menjaga integritas dan profesionalisme selama proses penerimaan berlangsung.
“Proses penerimaan murid baru yang bersih, akuntabel, transparan, dan berkeadilan merupakan bagian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua calon peserta didik, Meizi Herawati, warga Pangkalpinang, mengaku puas dengan pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 2 Pangkalpinang yang dinilai transparan dan mudah dipahami.
Menurut Meizi, seluruh tahapan penerimaan, mulai dari pendaftaran, jalur seleksi, kuota daya tampung hingga persyaratan administrasi disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Sistem penerimaan di SMADA Pangkalpinang sangat baik. Tahapan pendaftaran, jalur penerimaan, kuota daya tampung, hingga persyaratan administrasi mudah kami pahami,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SMA Negeri 2 Pangkalpinang menyediakan daya tampung sebanyak 360 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel).
Kepala SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Yunisfu, mengapresiasi tingginya minat masyarakat yang mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.
Menurutnya, jumlah pendaftar yang tinggi menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dan lingkungan belajar yang dimiliki SMAN 2 Pangkalpinang.
“Antusiasme ini menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap program pendidikan dan lingkungan belajar di SMADA Pangkalpinang. Kami memastikan seluruh proses SPMB berjalan lancar, transparan, dan akuntabel,” tutup Yunisfu. (LN/007)
![]()





