Aksi Mahasiswa UBB di DPRD Babel Soroti Upah Buruh, Guru Honorer, dan Tenaga Kerja Lokal

LOPANNEWS, PANGKALPINANG — Aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel pada Rabu (6/5/2026) menjadi sorotan setelah ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (BEM KM UBB) menyampaikan berbagai tuntutan terkait ketenagakerjaan dan pendidikan.

Aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel ini dimulai sejak pukul 13.00 WIB dari kampus Universitas Bangka Belitung. Massa kemudian tiba di Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekitar pukul 15.00 WIB dengan konvoi kendaraan roda dua.

Setibanya di lokasi, aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel langsung diisi dengan penyampaian aspirasi secara terbuka di hadapan jajaran pemerintah daerah dan legislatif.

Dalam aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel tersebut, hadir Penjabat Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani serta Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya bersama pimpinan dan anggota dewan lainnya.

Momentum aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel ini bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional, sehingga isu yang diangkat mahasiswa berfokus pada dua sektor utama, yakni ketenagakerjaan dan pendidikan.

Dalam tuntutan aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel, mahasiswa menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik pengupahan, termasuk dugaan pembayaran upah di bawah standar dan pengabaian hak normatif pekerja.

Selain itu, aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel juga menekankan kondisi pekerja sektor informal yang dinilai masih rentan karena belum mendapatkan perlindungan sosial yang memadai, meskipun jumlahnya cukup besar.

Mahasiswa dalam aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel turut mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan skema jaminan sosial bagi pekerja informal serta memperkuat regulasi agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Di sektor pendidikan, aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel juga menyoroti kesejahteraan guru, khususnya tenaga honorer yang dinilai belum mendapatkan kepastian status dan penghasilan yang layak.

Tidak hanya itu, dalam aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel, mahasiswa juga mengkritisi arah pembangunan ekonomi daerah yang masih bergantung pada sektor ekstraktif dan dinilai belum mampu menjamin keberlanjutan lapangan kerja.

Menanggapi aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel, pihak pemerintah daerah menyatakan terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Aspirasi seperti ini penting sebagai bahan evaluasi,” ujar salah satu perwakilan pimpinan daerah saat menemui massa aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan bahwa aksi mahasiswa UBB di DPRD Babel tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, melainkan akan terus dikawal hingga ada tindak lanjut kebijakan nyata dari pemerintah. (LN/007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *