LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, menegaskan pembangunan Kota Pangkalpinang tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mendorong kemajuan daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Abang Hertza mengakui, kondisi APBD Perubahan 2026 belum mampu mengakomodasi seluruh harapan dan kebutuhan pembangunan. Meski demikian, ia optimistis Pemerintah Kota Pangkalpinang di bawah kepemimpinan Wali Kota Prof Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna dapat memaksimalkan anggaran yang tersedia.
Hal tersebut disampaikan Abang Hertza kepada awak media di sela-sela pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Alun-Alun Taman Merdeka, Sabtu (7/11/2026).
“Dalam kondisi APBD Perubahan 2026 ini memang tidak memberikan suatu kepuasan bagi kita. Itu adalah suatu keterbatasan. Tetapi saya yakin dan percaya di pemerintahan Pak Wali Prof Saparudin dan Ibu Dessy Ayutrisna ini bisa memanfaatkan itu secara maksimal dan memberikan hasil yang maksimal,” ujar Abang Hertza.
Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak hanya dilihat dari geliat pembangunan fisik maupun besarnya anggaran yang dimiliki. Pembangunan mental dan spiritual aparatur sipil negara (ASN), para pemangku kepentingan, serta masyarakat juga harus menjadi perhatian.
Ia menilai, kualitas sumber daya manusia dan kesadaran bersama merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Abang Hertza kembali menekankan bahwa tanggung jawab membangun Pangkalpinang bukan semata-mata berada di pundak pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, harus mengambil bagian sesuai peran masing-masing.
“Pangkalpinang ini tidak hanya bisa dibangun dengan APBD saja, dengan anggaran saja, atau hanya peran pemerintah. Pembangunan sebuah kota itu harus bersinergi, dibangun oleh seluruh elemen yang ada di kota itu, termasuk swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat membangun energi positif dengan menjaga fasilitas umum dan berbagai aset yang telah disediakan pemerintah maupun pihak swasta.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai fasilitas. Kepedulian masyarakat untuk merawat dan menjaga fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.
“Sebagai warga kota yang baik, menjaga kotanya itu ya penduduknya. Siapa lagi kalau bukan kita yang peduli terhadap kota kita,” katanya.
Abang Hertza menambahkan, keterbatasan APBD seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti berkontribusi terhadap kemajuan daerah. Justru, kondisi tersebut perlu dijawab dengan memperkuat kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“APBD hanya sebagian kecil saja untuk memberikan sumbangan kepada pembangunan kota. Tetapi masyarakat dan seluruh elemen yang ada di kota itu turut memberikan sumbangan yang positif untuk pembangunan sebuah kota,” pungkasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terus tumbuh sehingga pembangunan Kota Pangkalpinang tidak hanya bergantung pada kemampuan keuangan daerah, tetapi juga ditopang kontribusi nyata seluruh elemen masyarakat. (LN/007)
![]()





