Festival Kepemudaan Pangkalpinang Ditutup, 26 UMKM Muda Unjuk Kreativitas

LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Festival Kepemudaan Kota Pangkalpinang Tahun 2026 resmi ditutup pada Minggu (1/11/2026) malam. Kegiatan yang digelar di Wilhelmina Park tersebut menjadi momentum untuk mendorong kreativitas, inovasi, serta partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Penutupan festival yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pangkalpinang ini dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Sarli, pimpinan perangkat daerah, serta para camat se-Kota Pangkalpinang.

Kepala Dispora Kota Pangkalpinang, Andika, menyampaikan bahwa festival kepemudaan tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan ruang yang lebih luas bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi, kreativitas, dan inovasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menyambut 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Karena itu, diperlukan rangkaian kegiatan yang mampu membangun semangat dan keterlibatan pemuda sejak dini.

Andika berharap Festival Kepemudaan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Ia juga meminta dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang agar kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi agenda yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.

Selain menampilkan kreativitas pemuda, festival ini turut menghadirkan bazar yang diikuti 26 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Andika menjelaskan, peserta bazar diprioritaskan bagi pelaku usaha muda dengan usia maksimal 30 tahun.

Ia menegaskan, keikutsertaan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut tidak dipungut biaya. Kesempatan itu diharapkan dapat membantu para pengusaha muda memperkenalkan produk, memperluas pasar, sekaligus mengembangkan usaha mereka.

Dalam festival tersebut, panitia juga menyiapkan penghargaan dan uang pembinaan bagi peserta yang menunjukkan inovasi serta kreativitas. Apresiasi ini menjadi bentuk dukungan terhadap anak muda yang berani berkarya dan menghasilkan gagasan baru.

Sementara itu, Plh Sekda Kota Pangkalpinang, Sarli, menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan kapasitas generasi muda, termasuk melalui program pertukaran pemuda antardaerah dan antarnegara.

Sarli yang merupakan alumni angkatan pertama program Pertukaran Pemuda Antarprovinsi pada 2002 sebagai perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu mendorong Dispora untuk memperluas sosialisasi program kepemudaan.

Menurutnya, informasi mengenai jadwal pendaftaran dan seleksi harus disampaikan secara luas agar semakin banyak pemuda yang memiliki kesempatan mempersiapkan diri dan mengikuti program tersebut.

Sarli juga menilai dukungan pemerintah terhadap kegiatan kepemudaan perlu terus diperkuat. Pasalnya, generasi muda merupakan penerus pembangunan yang membutuhkan pembinaan, kesempatan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan.

Ia berharap komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan komunitas pemuda dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Pangkalpinang untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah.

Festival Kepemudaan Kota Pangkalpinang 2026 pun diharapkan menjadi awal penguatan kegiatan kepemudaan yang berkelanjutan. Tidak hanya menjadi ajang perayaan, festival ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (LN/007)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *