LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna yang akrab disapa Cece Dessy, mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) angkatan XII. Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan insan pers yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Cece Dessy usai menghadiri pembukaan UKW PWI Babel angkatan XII di Cordela Hotel, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan media digital dan derasnya arus informasi, wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam memberitakan peristiwa, tetapi juga mampu menjaga akurasi dan kebenaran informasi. 
Cece Dessy menilai, profesi wartawan merupakan pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar karena produk jurnalistik dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap seseorang, pemerintah, maupun institusi tertentu.
“Wartawan hendaknya menjadi profesi yang sangat dihormati dengan menyampaikan berita-berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar,” tuturnya.
Ia mengingatkan, penyampaian informasi yang tidak bertanggung jawab dapat berdampak luas. Bukan hanya reputasi seseorang yang dipertaruhkan, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga lainnya.
Karena itu, Cece Dessy berharap UKW PWI Babel angkatan XII dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik, sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugasnya.
Ia juga memberikan dukungan kepada seluruh peserta yang sedang mengikuti ujian kompetensi. Cece Dessy berharap para peserta dapat menjalani setiap tahapan dengan baik dan dinyatakan lulus.
“Saya sangat mendukung teman-teman yang sedang mengikuti ujian ini. Semoga semuanya lulus,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sertifikat kompetensi wartawan tidak seharusnya dipandang sebatas dokumen atau formalitas administrasi. Sertifikat tersebut harus diiringi dengan praktik jurnalistik yang benar, penyampaian informasi yang berimbang, serta tanggung jawab terhadap setiap berita yang dipublikasikan.
Menurutnya, profesionalisme wartawan harus tercermin dari proses jurnalistik yang sesuai kaidah, mulai dari pengumpulan informasi, verifikasi fakta, hingga penyajian berita kepada publik.
“Ini bukan sekadar sertifikat atau formalitas administrasi. Harus didukung dengan penyampaian berita yang bertanggung jawab, benar, dan melalui proses jurnalistik yang baik,” tegasnya.
Cece Dessy berharap pers di Bangka Belitung terus berkembang menjadi pilar informasi yang dapat dipercaya masyarakat. Dengan kompetensi yang memadai dan penerapan etika jurnalistik, wartawan diharapkan mampu menghadirkan berita yang tidak sekadar menarik perhatian, tetapi juga benar, akurat, berimbang, dan sesuai dengan kenyataan. (LN/007)
![]()





