Tumpukan Sampah Ganggu Wajah Kota, Wali Kota Pangkalpinang Turun Langsung ke Jalur Dua

LOPANNEWS, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan Gotong Royong Jumat Asri di sepanjang Jalan Jalur Dua, mulai dari Masjid Pinang Raya hingga Masjid Nurul Ittihad, Jumat (2/10/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dikoordinasikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang dan dihadiri langsung Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin. Turut mendampingi Asisten dan Staf Ahli Setdako, seluruh pimpinan perangkat daerah beserta staf, serta camat dan lurah setempat.

Gotong royong tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin kebersihan lingkungan, tetapi juga menyasar persoalan pembuangan sampah sembarangan yang masih terjadi di sepanjang kawasan Jalan Jalur Dua.

Camat Gerunggang Richard Syam mengatakan, lokasi tersebut merupakan kawasan yang berada di wilayah perbatasan administratif sehingga penanganan persoalan sampah membutuhkan kepedulian bersama.

“Wilayah sini memang wilayah perbatasan kita. Jadi kita tidak saling menyalahkan, tetapi intinya karena masih kawasan ruang terbuka dan masih banyak hutan, masyarakat memanfaatkan kondisi di lapangan untuk membuang sampah sembarangan,” ujar Richard di sela kegiatan.

Menurutnya, pembersihan di sepanjang jalur tersebut sebenarnya sudah dilakukan secara rutin. Namun, sampah kembali muncul setelah kawasan dibersihkan karena masih ada masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan.

“Sepanjang jalan kalau wilayah sini sudah sering kita bersihkan, rutin. Tapi sampah itu pasti akan selalu ada terus. Setelah kita bersihkan, sorenya pasti dibuang lagi di sini,” katanya.

Richard menyebut kondisi kawasan yang relatif terbuka menjadi salah satu faktor yang membuat lokasi tersebut rawan dijadikan tempat pembuangan sampah. Karena itu, pemerintah kecamatan terus berupaya melakukan pendekatan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Ia mengatakan, setiap kegiatan gotong royong selesai dilaksanakan, pihaknya biasanya memasang spanduk imbauan di lokasi. Meski dinilai belum sepenuhnya efektif, langkah tersebut tetap dilakukan sebagai bentuk upaya pemerintah mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Kalau imbauan memang setiap selesai gotong royong biasanya kami akan pasang spanduk juga. Memang spanduk ini tidak terlalu efektif, tetapi paling tidak kami ada usaha,” tuturnya.

Selain imbauan, masyarakat di wilayah Pangkalpinang juga terus diarahkan untuk menggunakan layanan pengangkutan sampah secara resmi. Namun, persoalan menjadi lebih kompleks karena kawasan tersebut berbatasan langsung dengan wilayah administrasi lain.

“Kami juga selalu mengimbau masyarakat untuk berlangganan layanan sampah. Kalau wilayah KC, kami tidak bisa menyuruh mereka berlangganan karena beda wilayah administrasi,” jelas Richard.

Ia menegaskan, persoalan kebersihan di kawasan perbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Pemerintah Kecamatan Gerunggang memilih fokus membersihkan dan meminimalkan sampah yang berada di wilayah kewenangannya.

“Yang penting kita berusaha bagaimana meminimalisir sampah-sampah yang ada di wilayah kita,” pungkasnya. (LN/007)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *