Hidayat Arsani Tegur Eddy Iskandar soal RS Jantung Babel: Jangan Asal Ngomong, TPP Tidak Akan Terganggu

LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menegaskan pembangunan Rumah Sakit Jantung di Babel tidak akan mengganggu Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN). Penegasan itu disampaikan di sela kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kamis (06/08/2026).

Di hadapan Menteri Wihaji, unsur Forkopimda, serta masyarakat, Hidayat yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Babel menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan, termasuk pembangunan rumah sakit khusus jantung, tanpa mengorbankan hak-hak pegawai.

Selain membahas proyek rumah sakit, Hidayat juga menyinggung sikap Wakil Ketua DPRD Babel dari Fraksi Golkar, Eddy Iskandar. Menurut Hidayat, Eddy diduga menolak instruksi partai sekaligus tidak mendukung rencana strategis Pemerintah Provinsi Babel terkait pembangunan rumah sakit tersebut.

Hidayat membantah keras anggapan bahwa pembangunan Rumah Sakit Jantung akan memangkas anggaran TPP ASN. Ia menegaskan pembiayaan proyek tersebut telah memiliki skema tersendiri sehingga tidak akan membebani anggaran yang diperuntukkan bagi kesejahteraan pegawai.

“Kita bangun buat masyarakat, tidak mengganggu TPP, tidak mengganggu apa pun. Karena uang itu bakal saya pinjam ke bank,” kata Hidayat Arsani.

Ia juga mengingatkan agar para pejabat tidak menyampaikan pernyataan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Jadi Wakil Ketua Dewan saya beri kata-kata, jangan asal ngomong. Tidak ada itu. Kita bangun untuk masyarakat, ini ibadah. TPP tidak akan terganggu,” tegasnya.

Hidayat menjelaskan pembangunan rumah sakit jantung merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Bangka Belitung. Menurutnya, fasilitas kesehatan khusus tersebut tidak bisa disamakan dengan rumah sakit yang sudah ada karena membutuhkan sarana dan layanan yang lebih spesifik.

“Kalau mau bangun, bangun yang benar. Ini rumah sakit jantung, tidak bisa hanya memanfaatkan yang sudah ada. Jangan sampai masyarakat terus menunggu pembangunan yang tidak jadi-jadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan sejumlah anggota DPRD telah memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Ia berharap seluruh anggota dewan dapat membuka ruang dialog sehingga pembangunan Rumah Sakit Jantung yang menjadi salah satu program strategis daerah dapat segera direalisasikan demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangka Belitung. (LN/007)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *