
Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa FORBISDA menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pengusaha muda, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi yang terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Hidayat, pengusaha muda memiliki peran penting sebagai motor penggerak inovasi, pencipta lapangan kerja, serta pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia pun mengapresiasi HIPMI yang dinilai konsisten membangun ekosistem usaha produktif dan berkelanjutan di Babel.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat Arsani juga mengenang perjalanan dirinya di HIPMI sejak tahun 1987. Ia mengaku memahami betul bagaimana organisasi HIPMI mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki semangat membangun daerah dan bangsa.
“Saya tahu betul perjalanan HIPMI ini. Anak-anak muda harus belajar dengan etika yang baik, menjaga komitmen, dan jangan pernah memalukan daerah sendiri,” tegasnya.
Ia berharap para kader HIPMI tidak hanya fokus pada usaha kecil semata, tetapi juga mulai berpikir lebih besar dengan menargetkan pasar ekspor dan memperkuat daya saing usaha lokal.
“UMKM jangan hanya menjual produk kecil saja, tetapi harus berani ekspor. Kalau serius dan punya komitmen, pasti bisa berkembang besar,” katanya.
Pemerintah Provinsi Babel, lanjut Hidayat, berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan yang mendukung investasi, pengembangan UMKM, dan peningkatan daya saing daerah.
Sementara itu, Korwil Sumatera Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Auni mengatakan FORBISDA bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga menjadi ruang pembinaan dan mentoring bagi peserta dalam mengembangkan ide bisnis.
“Kegiatan ini bukan hanya mengejar agenda internal organisasi, tetapi menjadi wadah mentoring, business plan competition, business matching hingga pengembangan ekspor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta terbaik dari kompetisi bisnis nantinya akan dibina dan dipersiapkan untuk mengikuti event nasional agar mampu membawa nama baik Bangka Belitung di tingkat yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Kepulauan Babel, Harry Hardianto menilai FORBISDA menjadi ruang penting bagi lahirnya kolaborasi, inovasi, dan peluang usaha baru.
“Forum bisnis daerah merupakan ruang bertemunya ide, peluang, inovasi, dan kerja sama nyata. Transformasi digital dan tantangan global menuntut kita lebih adaptif dan strategis,” ungkap Harry.
Ia juga mengajak seluruh anggota HIPMI untuk aktif mendorong pembangunan ekonomi berbasis kreativitas, teknologi, hilirisasi industri, dan penguatan UMKM demi menciptakan pertumbuhan ekonomi Babel yang inklusif dan berkelanjutan. (LN/007)
![]()





