Bupati Bangka, Fery Insani, mengatakan Sungailiat telah mengalami perkembangan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, sosial, budaya hingga lingkungan.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi pemerintah daerah, seperti inflasi, keterbatasan lapangan kerja, kemiskinan perkotaan, hingga kebutuhan layanan dasar masyarakat.
“Ke depan kita masih menghadapi persoalan penyediaan air bersih, pendidikan dan layanan kesehatan,” ujar Fery.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka menyiapkan sejumlah program prioritas, di antaranya pengembangan sistem pengolahan air minum terintegrasi, revitalisasi kawasan perdagangan, penataan kawasan Pecinan dan Melayu, pengembangan kawasan industri Jelitik, serta peningkatan layanan RSUD Depati Bahrin.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi, mengingatkan agar pembangunan daerah tetap berjalan selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Menurutnya, usia 260 tahun menjadi refleksi perjalanan panjang Sungailiat sejak berdiri pada 27 April 1766.
“Kita mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah berjasa membangun Kota Sungailiat,” kata Jumadi saat memimpin rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Bangka.
Ia menilai perkembangan globalisasi dan teknologi membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi masyarakat daerah.
“Ini seperti pisau bermata dua. Karena itu, keseimbangan harus dijaga agar pembangunan tetap selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal,” jelasnya.
Jumadi juga menyoroti dinamika global yang berdampak pada kondisi ekonomi daerah, termasuk kenaikan harga energi akibat konflik internasional.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat agar stabilitas daerah tetap terjaga.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kurniawan, mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam pembangunan Sungailiat.
Ia berharap Sungailiat dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, inklusif dan berdaya saing melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. (LN/007)






