Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan komunikasi antar pihak, baik pemerintah maupun pelaksana di lapangan. Ia menilai masih terdapat kendala dalam sinkronisasi data dan pemahaman teknis, sehingga perlu diperkuat agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Selain itu, Cece Dessy juga menyoroti pentingnya menjaga standar kualitas, khususnya terkait keamanan dan kelayakan makanan. Hal ini menyusul adanya beberapa kejadian di lapangan yang mengindikasikan belum konsistennya pengawasan kualitas, bahkan muncul kekhawatiran terhadap kasus keracunan makanan.

Ia meminta seluruh pihak untuk lebih serius dalam pendataan supplier serta memastikan seluruh proses memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemerintah, lanjutnya, memiliki peran penting dalam mengontrol dan memantau guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak hanya itu, perhatian terhadap isu lingkungan, terutama pengelolaan sampah, juga menjadi sorotan. Program kebersihan kota yang sejalan dengan agenda nasional diharapkan dapat didukung secara maksimal oleh seluruh elemen.
“Tujuan utama program ini adalah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan gizi anak-anak serta menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak ragu menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan agar dapat segera dicarikan solusi bersama. Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang kuat, diharapkan pelaksanaan MBG di Kota Pangkalpinang dapat berjalan maksimal.

Rapat ini turut dihadiri oleh Sekda, para Asisten, Inspektur, serta Kepala OPD terkait, termasuk dari sektor pangan, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga infrastruktur dan komunikasi.
Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota berharap kolaborasi yang terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik. (LN/007)






