LOPANNEWS, PANGKALPINANG – Keluhan nelayan lokal di Dermaga TPI Pangkalpinang akhirnya sampai ke telinga petinggi kepolisian. Pengaturan sandar kapal yang semrawut antara kapal ekspor dan lokal memicu keresahan. Menanggapi hal itu, Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Max Mariners langsung meluncur ke lokasi.
Bukan dengan cara formal yang kaku, Kombes Max memilih pendekatan lewat program GORENGAN (Ngobrol Bareng Nelayan). Program ini diklaim menjadi jalur kilat untuk menyikat habis masalah keamanan dan konflik di perairan.
Berikut adalah 4 fakta di balik aksi Kapolresta Pangkalpinang:
1. Nelayan Protes Kapal Ekspor Dominasi Dermaga.
Dalam dialog panas namun santai tersebut, para nelayan blak-blakan soal ketidakadilan di dermaga. Mereka merasa kapal lokal sering “tersingkir” oleh pengaturan sandar kapal ekspor yang belum tertata. Mereka menuntut prioritas agar roda ekonomi nelayan kecil tidak macet.
2. Perintah Tegas ke Kasat Polair: Bereskan!
Mendengar jeritan tersebut, Kombes Max tidak tinggal diam. Ia langsung memerintahkan Kasat Polair untuk berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Nelayan meminta kapal lokal diprioritaskan. Aspirasi ini sudah saya teruskan untuk segera ditindaklanjuti,” tegas Max Mariners di lokasi.
3. Kondisi Kamtibmas Masih ‘Hijau’.
Meski ada gesekan soal teknis sandar kapal, polisi memastikan wilayah perairan Pangkalpinang secara umum masih aman terkendali. Belum ditemukan gangguan kriminalitas yang menonjol di tengah laut.
4. Nelayan Jadi ‘Mata dan Telinga’ Polisi.
Kombes Max juga meminta nelayan tidak hanya diam. Mereka diminta menjadi agen deteksi dini. Jika melihat ada aktivitas ilegal atau mencurigakan di tengah laut, nelayan diminta segera melapor melalui jalur cepat yang telah disediakan. (LN/007)





