Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perayaan Imlek berlangsung aman, tertib, dan penuh keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
Peninjauan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memberikan rasa nyaman bagi umat Tionghoa yang merayakan Imlek. Antusiasme warga tampak tinggi, dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya memadati kawasan kelenteng untuk menyaksikan atraksi barongsai yang menjadi bagian dari tradisi tahunan.
Filosofi lokal “Tongin Fangin Jit Jong” yang mencerminkan persatuan masyarakat Tionghoa dan Melayu kembali terasa kuat dalam momentum ini. Kebersamaan antarwarga menjadi cerminan harmonisnya kehidupan sosial di Negeri Serumpun Sebalai.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Kapolda Babel Viktor Theodorus Sihombing, serta jajaran Forkopimda lainnya. Rombongan terlebih dahulu berkumpul di Mapolda Babel sebelum bergerak bersama menuju lokasi peninjauan.
Dua titik utama yang menjadi lokasi pengecekan adalah Kelenteng Fuk Tet Che dan Kelenteng Kwan Tie Miau, yang selama ini menjadi pusat aktivitas ibadah dan perayaan Imlek masyarakat Tionghoa di Kota Pangkalpinang.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat Arsani menyampaikan ucapan selamat kepada umat yang merayakan serta harapan agar tahun baru membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Bangka Belitung.
“Kami datang langsung untuk memastikan semua berjalan aman, sehat, dan sesuai harapan kita bersama. Kepada umat yang merayakan, kami mengucapkan Gong Xi Fa Cai. Semoga masyarakat semakin sehat, rezeki melimpah, dan tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Selain meninjau sarana dan prasarana, rombongan juga berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pengurus kelenteng guna memastikan pengaturan arus jamaah serta ketertiban selama perayaan berlangsung.
Ketua Pengurus Kelenteng Kwan Tie Miau, Hendri Kurniawan, mengapresiasi kehadiran langsung pimpinan daerah.
“Terima kasih kepada Gubernur dan jajaran pimpinan daerah yang hadir langsung ke kelenteng kami. Kehadiran ini memberi rasa aman bagi masyarakat. Bangka Belitung adalah daerah yang istimewa, di mana semua suku berbaur dan merayakan kebersamaan,” ujarnya.
Kehadiran Gubernur bersama Forkopimda tidak hanya menjadi simbol pengamanan, tetapi juga pesan kuat bahwa toleransi, persatuan, dan keberagaman merupakan fondasi penting dalam pembangunan sosial di Kepulauan Bangka Belitung. (LN/0






